RIZQI MAHARANTAU BLOG

BLOG INFORMATIF SEPUTAR TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN

Sekilas info

Tampilkan postingan dengan label Windows 10. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Windows 10. Tampilkan semua postingan

Oktober 19, 2020

Oktober 19, 2020

Cara Menghilangkan Iklan dengan Memasang AdGuard DNS pada Windows 10


Bicara soal iklan, memang bisa dibilang itu merupakan suatu yang mengganggu. Selain itu, iklan juga bisa membuat komputer kita lemot. Ditambah lagi perangkat komputer kita memiliki spesifikasi yang pas-pasan. Mungkin sebagian dari pembaca paham tentang iklan yang saya maksud, sebagian lagi masih belum mengerti iklan yang dimaksud.

Contoh kasus di sini kalian menggunakan browser Google Chrome sebagai alat berselancar di internet. Kalian ingin mengunduh aplikasi yang mana situs penyedia aplikasi tersebut memberikan ruang download yang penuh dengan iklan yang tiba-tiba muncul, atau disebut iklan pop-up. Kalian pasti lelah berusaha untuk menutup iklan-iklan tersebut, alhasil kalian malah mengunduh aplikasi yang tidak diinginkan sehingga terpasang dan selanjutnya akan membuat kinerja komputer bertambah.

Bagi yang sudah paham tentang dunia internet, kita bisa menghilangkan iklan atau mencegah iklan tersebut muncul dengan sebuah ekstensi ad blocker (pencekal iklan) yang bisa kita pasang pada browser seperti Chrome dan Firefox. Dengan terpasangnya ekstensi tersebut, kalian dengan mudah mencekal iklan yang muncul tiba-tiba dengan sangat mudah. Cara lain yaitu bisa dengan memasang aplikasi anti-adware pada komputer.

Bagaimana jika tanpa memasang aplikasi atau ekstensi? apakah bisa menghilangkan iklan?. Jawabannya ya bisa. Yaitu dengan melakukan pengaturan pada DNS. Jadi pada tulisan kali ini, saya akan membagikan cara menghilangkan iklan dari semua aplikasi windows, website, game, dan lain-lain.

Menghilangkan Iklan dengan AdGuard DNS

Untuk menghilangkan iklan pada Windows 10, kita akan menggunakan AdGuard DNS. Mari simak ulasannya.

Apa itu AdGuard DNS?

Secara umum, AdGuard DNS adalah sebuah cara yang paling mudah untuk menghilangkan iklan pada sistem operasi Windows 10. Uniknya AdGuard DNS ini gratis dan mudah digunakan. Kalian di sini tidak perlu mennginstall atau memasang klien DNS untuk membasmi iklan.

Memang banyak dari kita tidak memperdulikan kemananan privasi, yang penting happy. Tapi apa salahnya kita mencoba untuk berhati-hati dalam menelusuri dunia maya. Dengan AdGuard DNS, kalian tidak perlu khawatir dengan tracker dari setiap website yang kalian kunjungi.

Sebelum kita masuk ke langkah-langkah menggunakan AdGuard DNS pada Windows 10, silahkan ketahui dulu fitur dari AdGuard DNS ini:
  • Memblokir iklan dari sumber mana saja, apakah itu dari aplikasi, browser, game, situs, dll.
  • Mencekal / menghilangkan aplikasi pelacak nakal (online tracker)dari sebuah situs.
  • Memblokir semua situs dewasa.
  • Tidak perlu instalasi, dan gratis tentunya.

Langkah memasang dan menggunakan AdGuard DNS pada Windows 10

Prosesnya sangat mudah, silahkan ikuti langkah-langkah berikut ini dengan seksama.

Langkah 1. Silahkan buka 'Settings' pada Windows 10 yang kalian gunakan dengan cara klik kiri logo Windows di pojok kiri bawah. Kemudian klik gambar 'gear'.



Langkah 2. Setelah masuk ke halaman settings, klik 'Network & Internet'.


Langkah 3. Selanjutnya cari ke bawah, dan klik 'Change Adapter Settings'.


Langkah 4. Kemudian klik kanan pada jaringan / koneksi yang sedang digunakan. Pilih 'Properties'.


Langkah 5. Cari dan klik kiri 2x 'Internet Protocol Version 4 (TCP/IP)'.



Langkah 6. Centang Use the following DNS server addresses: dan isikan:

Untuk memblokir iklan silhkan masukkan Preferred DNS server: 94.140.14.14 dan Alternative DNS server: 94.140.15.15. Sedangkan untuk memblokir situs dewasa silahkan masukkan Preferred DNS server: 94.140.14.15 dan Alternatif DNS server: 94.140.15.16.


Langkah 7. Jangan lupa untuk menekan OK.


Selesai. Kalian baru saja mengatur AdGuard DNS untuk menghilangkan iklan pada Windows 10. Jika kalian menggunakan intenet dari ponsel (tethering), kalian juga bisa memasang DNS Private pada pengaturan DNS di ponsel Android.

Demikian tulisan tentang tutorial menghilangkan iklan pada Windows 10 dengan AdGuard DNS. Semoga bermanfaat dan terima kasih

Oktober 15, 2020

Oktober 15, 2020

3 Cara Menghilangkan Watermark Windows 10 Activation


Bagi kalian pengguna Windows 10 versi trial (percobaan) atau bajakan, kalian akan melihat sebuah watermark atau tanda 'Activate Windows' pada bagian kanan bawah pojok dekstop kalian. Ini disebabkan karena kalian belum melakukan aktivasi pada sistem operasi Windows 10 yang telah kalian install di PC atau laptop kalian.

Sebenarnya watermark 'Windows's Activation' tidak berpengaruh pada performa komputer kalian. Hanya saja menjadikan tampilan layar komputer kalian terlihat sedikit kurang rapi, atau bahasanya ada yang menghalangi. Yups, artikel berikut ini akan membantu kalian yang ingin menghilangkan watermark windows activation pada Windows 10.

3 Cara Menghilangkan Watermark Windows 10 Activation

Minblog di sini menuliskan 3 cara yang ampuh untuk menghilangkan tanda aktivasi Windows 10. Bagi kalian yang ingin melakukannya, simak penjelasan di bawah ini:

1. Menggunakan KMSPico


Pertama-tama mari kita buka dengan aplikasi yang sangat terkenal untuk kalangan pengguna Windows. KMSPico merupakan aplikasi aktivator yang bisa kita peroleh secara 100% gratis. Kalian bisa menghilangkan watermark Windows Activation dengan hanya sekali klik pada aplikasi ini. Simak langkah-langkahnya:

Langkah 1. Pastikan kalian sudah mengunduh installer KMSPico di komputer kalian. Buka aplikasi tersebut dengan 'Run as administrator'.

Langkah 2. Setelah kamu selesai menginstall, buka kotak pencarian pada windows dan ketik KMSELDI.exe, dan jalankan dengan 'Run as administrator'.

Langkah 3. Kalian akan melihat tampilan seperti gambar di bawah ini. Klik tombol berwarna merah.

Langkah 4. Saatnya kalian menghilangkan watermark dengan mengklik 'Remove Watermark', dan kemudian klik 'Tokens Backup'. Tunggu beberapa saat sampai kalian melihat pesan "Watermark has been removed, restart later to update desktop watermark".

Selanjutnya silahkan restart komputer atau laptop kalian, maka hasilnya Windows 10 akan aktif dan watermak juga hilang.


2. Mengedit Nilai pada Registry

Cara kedua ini bisa dilakukan tambah aplikasi aktivator seperti KMSPico. Kalian cukup melakukan beberapa perubahan pada file registry Windows 10 untuk menghilangkan watermark Windows Activation. Tapi perlu dicatat, bahwa cara kedua ini tidak membuat sistem operasi Windows 10 kalian menjadi aktif, ini hanya menghilangkan watermark saja.

Berikut langkah-langkahnya:

Langkah 1. Buka kotak RUN dengan menekan kombinasi tombol keyboard 'Logo windows + R'. dan ketik 'Regedit' / 'regedit' juga boleh. Kemudian 'OK' atau Enter.


Langkah 2. Setelah terbuka jendela registry, silahkan kalian buka folder svsvc dengan tahapan HKEY_LOCAL_MACHINE > SYSTEM > CurrentControlSet > Services > svsvc


Langkah 3. Pada folder svsvc, kalian akan melihat banyak sekali file di sana. pilih dan klik dua kali pada file bernama Start.

Langkah 4. Kemudian muncul kotak kecil. Isi 'Value data' menjadi '4' dan klik 'OK'.



Langkah 5. Restart komputer atau laptop kalian. maka hasilnya watermak windows activation sudah hilang.

3. Membeli Lisensi



Ini merupakan cara yang sangat minblog rekomendasi mengingat ini adalah upaya menjaga perangkat kita agar tidak gampang bermasalah, tersusupi virus dan trojan, dan sekaligus menghargai karya orang lain. Pada dasarnya watermark muncul karena memang sistem operasi Windows 10 kalian belum diaktifasi. Oleh sebab itu cara terbaik adalah dengan mengaktifkannya menggunakan sebuah lisensi atau activation key. Kalian bisa membelinya langsung di Microsoft Store, atau retailer resmi Indonesia.


Demikianlah 3 Cara Menghilangkan Watermark Windows 10 Activation yang bisa kalian lakukan pada PC atau laptop kalian. Sekali lagi yang paling minblog rekomendasikan adalah dengan membeli produk asli berlisensi. Terima kasih sudah mempir dn tunggu tulisan berikutnya.

Oktober 14, 2020

Oktober 14, 2020

Cara Mengaktifkan Opsi Safe Mode pada Windows 10


Masih ingat dengan tombol F8 ketika pertama kali menghidupkan komputer? bagi kalian yang sudah lama bergelut di dunia perkomputeran pasti tahu fungsi dari tombol tersebut. Ya, tombol tersebut merupakan shortkey menuju Menu Safe Mode. Jika kalian pernah menggunakan sistem operasi Windows XP atau Windows 8, kemudian kalian mengalami sebuah error pada sistem, kalian akan mencoba memperbaikinya dengan menggunakan pilihan mode aman (safe mode).

Namun, saat ini Microsoft menghapus opsi boot ini pada Windows 10. Walaupun sebenarnya kalian bisa mengakses safe mode di Windows 10 dengan sedikit 'cara nakal'.

Mengaktifkan Opsi Safe Mode pada Windows 10

Baik, pada artikel ini, minblog akan membagikan secara rinci dan dengan bahasa yang mudah dipahami tentang bagaimana menambahkan/mengaktifkan mode aman (safe mode) pada Windows 10. Cara ini mungkin sudah banyak kalian temukan di blog dan situs diluar sana, namun di sini minblog akan menulis dengan bahasa dan rangkaian kata sendiri. Mari simak penjelasannya:

Menambahkan Opsi Safe Mode melalui Command Prompt

Pada cara pertama ini, kita memanfaatkan fitur Command Prompt pada Windows 10. Berikut langkah-langkahnya:

Langkah 1. Buka dulu Command Prompt sebagai admin yaitu bisa melalui kotak pencarian pada Windows 10, ketik Command kemudian klik kanan dan pilih 'Run as administrator'.



Langkah 2. Setelah muncul jendela Command Prompt, ketikkan perintah di bawah ini (perhatikan penulisannya), kemudian Enter.

bcdedit /copy {current} /d “Windows 10 Safe Mode”



Langkah 3. Jika kalian ingin memunculkan opsi Safe mode yang lain seperti 'Safe Mode with Networking', maka ketikkan perintah di bawah ini pada jendela Command Prompt, kemudian Enter.

bcdedit /copy {current} /d “Safe Mode with Networking”



Langkah 4. Kemudian jika ingin menambahkan 'Safe Mode with a Command Prompt', cukup ketikkan perintah di bawah ini, lalu Enter.

bcdedit /copy {current} /d “Safe Mode with Command Prompt”



Sampai tahap ini, kalian telah berhasil menambhakan opsi menu pada safe mode melalui Command Prompt. Mudah kan? Selanjutnya kita akan melakukan tahap kedua.

Konfigurasi Sistem (System Configuration)

Tahap kedua ini, kita akan sedikit melakukan konfigurasi pada boot yang telah kita buat di atas tadi, dengan alat yang namanya 'System Configuration'. Untuk melakukannya, silahkan simak langkahnya di bawah ini.

Langkah 1. Cari dan buka 'System Configuration' melalui kotak pencarian pada Windows 10.



Langkah 2. Kemudian pilih tab 'Boot'.
Langkah 3. Setelah kamu pilih, pilih "Windows 10 Safe Mode".
Langkah 4. Kemudian lakukan konfigurasi di bawahnya. Beri ceklis pada 'Safe boot', kemudian pilih 'Minimal'. Selanjutnya beri ceklis juga pada "Make all boot setting permanent" apabila belum di ceklis. Kemudian klik 'Apply'  atau 'OK'. Silahkan mulai ulang komputer anda (restart).



Selesai. Kalian akan melihat opsi menu pada saat proses booting. Lakukan konfigurasi pada semua opsi menu safe mode yang kalian buat melalui Command Prompt tadi, maka kalian akan melihat semua opsi menu safe mode pada saat menghidupkan komputer.


Demikianlah tulisan kali ini saya minblog bisa bagikan ke kalian. Semoga bisa menjadi tambahan ilmu dan bisa menjadi modal untuk membantu orang lain ketika komputer mereka atau komputer kalian sendiri mendapati masalah. Terima kasih atas kunjungannya.

Oktober 13, 2020

Oktober 13, 2020

Cara Mudah Update dan Reinstall Drivers pada Windows 10


Windows 10 merupakan sistem operasi komputer terpopuler saat ini mengingat fitur-fitur yang tersemat di dalamnya sangat banyak dan bermanfaat. Versi terbaru dari Windows 10 saat ini memasang driver yang diperlukan secara otomatis. Tapi, jika kalian menggunakan yang versi bajakan, kalian perlu memperbarui driver secara manual.

Pada tulisan kali ini, minblog ingin berbagi cara update dan reinstall driver pada Windows 10. Tujuannya adalah dengan kalian mengupdate driver bisa membuat sistem operasi berjalan lebih lancar.

Cara update dan reinstall drivers di komputer bersistem operasi Windows 10

Sebenarnya ada beberapa cara atau metode yang bisa kalian lakukan jika ingin mengupdate driver atau reinstall (menginstall ulang) drivers yang sudah ada. Kalian bisa melakukan dengan melalui Device Manager, bisa juga Command Prompt, atau menggunakan aplikasi pihak ketiga yang banyak tersedia di internet, mulai yang gratis hingga berbayar.

Baik, langsung saja, mari simak penjelasannya di bawah ini:

1. Update drivers melalui Device Manager

Cara berikut sangatlah mudah, kalian hanya ikuti beberapa langkah yang akan minblog tuliskan di bawah ini, pastikan kalian ikuti sesuai prosedur.

Langkah 1.

Klik kanan pada 'This PC' di layar desktop komputer kalian dan kemudian pilih 'Properties'. Jika kalian tidak melihat This PC pada desktop, kalian bisa membuka 'File Explorer' dan klik This PC pada file explorer tersebut.



Langkah 2.

Selanjutnya kalian akan melihat tampilan jendela baru, perhatikan di sebelah kiri, klik 'Device Manager'. Beberapa saat akan muncul jendela baru lebih kecil.


Langkah 3.

Sekarang kalian hanya tinggal memilih driver mana yang ingin kamu update. Klik kanan pada driver tersebut, dan pilih 'Update driver'.


Langkah 4.

Kalian akan ditanya apakah ingin mengupdate secara otomatis melalui internet (jika iya maka pilih 'Search automatically for update driver software') atau mengupdate secara manual dengan syarat kalian sudah punya file yang tersimpan di hard drive kalian. Di sini minblog rekomendasikan menggunakan internet jika ingin melakukan pembaruan, karena itu lebih mudah.


Sampai di sini kalian telah berhasil mengupdate driver setelah beberapa saat menunggu proses download dan install.

2. Reinstall drivers di Windows 10

Terkadang komputer kalian tiba-tiba mengalami masalah yang tak biasa, bisa terjadi setelah update driver, maka kalian perlu untuk reinstall (memasang ulang) driver tersebut. Caranya cukup mudah. Mari simak penjelasannya di bawah ini:

Langkah 1.

Sama halnya kita ingin mengupdate driver yaitu klik kanan pada 'This PC'. Selanjutnya pilih 'Properties'.

Langkah 2.

Pilih 'Device Manager' pada menu sebelah kiri. Dan akan muncul jendela baru. Pilih driver yang dimungkinkan memunculkan masalah pada komputer kalian dengan klik kanan dan pilih 'Uninstall device'.



Langkah 3.

Untuk memasang ulang (reinstall) cukup dengan merestart komputer kalian.

3. Menggunakan Aplikasi Pihak Ketiga

Di internet banyak sekali aplikasi yang digunakan untuk mengupdate driver secara mudah pada Windows 10. Cara kerja dari aplikasi tersebut adalah dengan melakukan scanning pada sistem dan apabila ditemukan driver yang usang, secara otomatis aplikasi tersebut melakukan installing dengan versi paling baru. Contoh aplikasi tersebut adalah DriverPack Solution, DriverMax, Iobit Driver Booster, Driver Easy, dan masih banyak lagi.


Demikian ulasan mengenai Cara Mudah Update dan Reinstall Drivers pada Windows 10 yang bisa kalian lakukan. Semoga tulisan kali ini memberi manfaat, dan bagikan agar banyak orang diluar sana bisa mempelajarinya tanpa harus ke tukang servis. Terima kasih.

September 03, 2020

September 03, 2020

7 Cara Ampuh Mengatasi USB Flash Drive yang Sulit untuk Diformat

Rizqi Maharantau Blog - USB Flash Drive merupakan perangkat keras yang dibuat untuk tujuan sebagai media penyimpan data dengan menggunakan memori flash dengan ukuran fisik yang kecil. Flash Drive ini dibuat agar orang bisa mentransfer atau memindahkan data dari satu komputer ke komputer yang lain. Tidak hanya itu, walaupun dibilang ukuran fisiknya kecil, namun daya tampung data pada flash drive bisa dibilang besar. Kita akan menjumpai di pasaran dengan berbagai ukuran byte (bait) misalnya 8 Gigabyte, 16, 32, 64 dan seterusnya.

Pada flash drive ini, kita mungkin pernah menemukan masalah tidak bisa melakukan format dikarenakan flash drive yang kita gunakan terproteksi. Mudahnya, kalian akan melihat pernyataan "Disk is Write-Protected" atau "Remove The Write Protection or Use Another USB". Hal ini pada dasarnya adalah sebuah fitur yang dipasang dengan tujuan meilndungi data yang ada di dalam flash drive apabila terjadi hal yang tidak diinginkan. Ini berarti kita tidak bisa menghapus, menyalin, menempel, atau memindahkan file yang ada di dalam flash drive tersebut, dan tentunya tidak bisa diformat.

Mengatasi USB Flash Drive yang Memunculkan Pesan "Disk is Write-Protected" Ketika Akan Diformat

Ada beberapa cara yang digunakan untuk menghilangkan proteksi pada USB Flash Drive atau memori SD. Jadi, pada artikel berikut ini minblog akan berbagi beberapa cara untuk menghilangkan proteksi pada USB Flash Drive atau memori SD.

1. Melakukan Scanning terhadap Virus

Hal yang pertama bisa dilakukan adalah dengan memeriksa perangkat USB flash drive kalian terhadap virus. Terkadang, virus bisa mencegah beberapa kinerja dari flash drive dengan membuat beberapa file tidak bisa dihapus, dipindah ataupun disalin. Maka dari itu, silahkan lakukan scanning dengan antivirus andalan kalian untuk mengetahui apakah ada virus atau malware di dalam flash drive kalian.

2. Memeriksa tombol Proteksi pada Flash Drive

Pada era sekarang, ada flash drive yang dibekali dengan tombol proteksi fisik pada bagian sampingnya. Apabila tombol tersebut diaktifkan makan bisa menghambat fungsi seperti copy, paste, cut, atau delete. Oleh sebab itu, pastikan kalian mematikan terlebih dahulu fungsi tombol tersebut apabila kalian ingin melakukan kegiatan seperti tersebut di atas.

3. Memastikan Flash Drive tidak penuh


Terkadang beberapa brand flash drive menampilkan pesan error disebabkan karena kapasitas yang tidak cukup. Untuk memeriksa apakah sudah penuh atau belum, buka Windows Explorer, klik kanan pada nama flash drive kalian, kemudian pilih
'Properties'.

Selanjutnya kalian akan melihat keterangan sisa kapasitas dari flash drive tersebut. Apabila memang kapasitasnya penuh, silahkan dihapus beberapa file untuk menghilangkan error tersebut.

4. Memeriksa File


Maksudnya di sini adalah kalian bisa memeriksa file satu per satu yang mana dimungkinkan ada file yang ditandai sebagai 'Read-only'. Apabila kalian menemukan, maka itu bisa menyebabkan file tersebut tidak bisa dihapus, dan kemungkinan besar juga berpengaruh terhadap tidak bisanya flash drive untuk diformat secara keseluruhan. Cara untuk memeriksanya cukup dengan mengklik kanan pada file yang kalian pilih, kemudian pilih "Properties", dan lihat di bagian "Attributes:" , apakah tercentang 'Read-only' nya. Jika iya, maka silahkan hilangkan terlebih dahulu.

5. Menggunakan Command Prompt

Cara berikut ini banyak sekali dibahas di berbagai situs dikarenakan keampuhannya. Ya kalian bisa menghilangkan proteksi pada flash drive melalui perintah yang ada pada Cmd.

Langkah 1. Pastinya buka Command Prompt. Saya yakin kalian sudah tahu cara membukanya.

Langkah 2. Setelah terbuka jendela Command Prompt, ketik Diskpart dan tekan Enter.


Langkah 3
. Setelah itu ketik list disk.


Langkah 4
. Kemudian ketik select disk 1, itu perintah yang akan otomatis memilih nama USB flash drive kalian.


Langkah 5
. Selanjutnya ketik lagi 'attributes disk clear readonly' dan Enter.


Setelah itu kalian boleh menutup jendela Command Prompt dan silahkan format USB flash drive kalian. Nantinya proteksi pada flash drive kalian akan hilang.

6. Menggunakan Registry Editor

Pada cara berikut ini, untuk menghilangkan proteksi pada USB flash drive, kita akan sedikit memodifikasi nilai pada registry yang ada pada Windows kita.

Langkah 1. Buka kotak Run dengan cara tombol kombinasi pada keyboard 'Logo Windows + R'. Kemudian setelah muncul kotak, ketikkan 'Regedit' lalu Enter.

Langkah 2. Sekarang pergi ke bagian berikut ini:
HKEY_LOCAL_MACHINE/SYSTEM/CurrentConrolSet/Control/StorageDevicePolicy

Langkah 3. Kalian akan melihat StorageDevicePolicies, kemudian klik dan rubah nilainya menjadi 0.

Cara tersebut akan menghilangkan proteksi pada media USB Flash Drive kalian.

Bagaimana jika tidak menemukan StorageDevicePolicies?

Jika kalian tidak menemukan pilihan 'StorageDevicePolicies', maka kalian bisa membuat sendiri. Langkahnya sama, pergi saja ke bagian berikut ini:

HKEY_LOCAL_MACHINE>System>CurrentControlSet>Control

Jika sudah, klik kanan pada area berwarna putih sebelah kanan, pilih New > Key dan masukkan namanya StorageDevicePolicies. Pastikan kalian mengetik secara benar. Kemudian klik kiri dobel pada StorageDevicePolicies tadi, pilih New > DWORD dan ketikkan lagi nama WriteProtect, setelah itu beri nilainya 0. Klik OK, dan restart komputer kalian.

7. Menonaktifkan Enkripsi BitLocker pada Partisi di Windows

Cara terakhir dari tulisan ini adalah dengan mematikan fungsi enkripsi BitLocker pada partisi hard disk kalian. Kenapa demikian? ya karena apabila fungsi tersebut aktif, maka bisa menimbulkan error. Berikut langkah menonaktifkan BitLocker.

Langkah 1. Buka My Computer dan klik kanan pada nama partisi apa saja di komputer kalian. Setelah itu klik 'Manage BitLocker'.

Langkah 2. Setelah terbuka jendela BitLocker, kalian cukup menonaktifkan BitLocker pada USB flash drive kalian.

Langkah 3. Tunggu beberapa saat hingga keterangan BitLocker off.

Note: Cara terakhir ini dilakukan apabila kalian pernah mengaktifkan fitur Enkripsi BitLocker, jika tidak maka tidak perlu dilakukan.

Demikianlah beberapa cara yang bisa digunakan apabila kalian menemukan error 'The Disk is Write-Protected' atau 'Remove The Write Protection or Use Another USB' ketika ingin memformat ulang USB Flash Drive atau memori SD.


Semoga bermanfaat, tulisan komentar kalian di bawah ya dan jangan lupa untuk dibagikan ke lain jika dirasa tulisan ini berguna. Terima kasih.

Agustus 31, 2020

Agustus 31, 2020

9 Hal yang Bisa Kalian Lakukan Jika Windows Gagal Untuk Memulai

Menemukan masalah pada Windows 10 bukanlah hal yang asing bagi penggunanya, khususnya dalam masalah proses mulai. Sekalipun Windows merupakan sistem operasi terpopuler di dunia, tidak menutup kemungkinan terdapat bugs pada sistem tersebut, bahkan pada versi terbaru sekalipun yaitu Windows 10. Kita ambil contoh, mungkin sebagian kalian juga pernah mengalaminya yaitu terjadi kegagalan proses Windows untuk Memulai. Masalah ini dijelaskan oleh windows bahwa tidak bisa mengakses boot pada perangkat (Inaccessible Boot Device). Terkadang selalu minta reboot/restart yang tidak ada habisnya.

Jika kalian mengalami hal yang serupa di atas, maka tulisan kali ini minblog buat untuk memberi solusi yang bisa dipakai oleh kalian untuk mengatasi Windows Gagal Untuk Memulai (fails to start atau Inaccessible Boot Device).

Hal yang Bisa Kamu Lakukan Jika Windows Fails to start atau Inaccessible Boot Device.

Ada beberapa hal yang harus dilakukan apabila Windows 10 gagal untuk memulai. Cara berikut merupakan cara dasar yang bisa memperbaiki masalah umum pada komputer Windows. Mari kita ulas:

1. Periksa Apakah Komputer Menyala atau Tidak

Cara berikut merupakan hal pertama yang bisa dilakukan yaitu mengecek apakah komputer anda menyala atau tidak. Jika ternyata kalian tidak melihat logo Windows, maka dimungkinkan ini terdapat masalah pada BIOS. Hal lain juga bisa kalian periksa adalah kabel power dan kabel lainnya, apakah terpasang dengan baik atau tidak. Pada saat menghidupkan komputer ternyata terdengar suara namun tidak memunculkan gambar, bisa jadi itu masalah pada Monitor.

2. Melepas Semua Perangkat Eksternal

Pada cara kali ini, coba kalian lepas semua perangkat eksternal yang tersambung ke komputer kalian seperti Koneksi USB, Speaker, Printer, dll. Ada kemungkinan proses booting Windows pertama kali ke arah perangkat eksternal tadi. Oleh sebab itu pastikan kalian melepaskan perangkat eksternal terlebih dahulu.

3. Matikan Fitur Fast Boot

Jika kalian menggunakan sistem operasi Windows, ada namanya fitur 'Fast Boot' di dalam BIOS atau UEFI. Gunanya fitur ini adalah meningkatkan waktu mulai dengan melakukan preloading drivers, yaitu memuat lebih awal driver yang terpasang pada sistem sehingga mempercepat proses booting. Jika kalian mengalami BSOD (Blue Screen Of Death) setelah melakukan update sistem, maka kemungkinan besar si fitur 'Fast Boot'. Terkadang ini bisa terjadi disebakan pembaruan sistem Windows dapat 'mengacaukan' fitur fast boot sehingga memunculkan error. Untuk mengatasi hal tersebut, kalian bisa mematikan saja fitur 'Fast Boot' melalui BIOS. Dengan menonaktifkan fitur fast boot diharapkan bisa memperbaiki masalah Windows 10 gagal untuk memulai.

4. Mengembalikan BIOS ke Pengaturan Awal

BIOS merupakan salah satu tempat yang berpeluang besar menyebabkan eror pada sistem operasi. Cara tercepat untuk mengatasinya adalah dengan mereset BIOS. Ini adalah cara yang bisa dilakukan apabila Windows 10 gagal untuk memulai dikarenakan pengaturan BIOS.

5. Penerapan Safe Mode


Cara berikut banyak dilakukan oleh pengguna Windows tidak terkecuali Windows 10 dikarenakan Safe Mode merupakan fitur yang sangat ampuh dalam mengangani segala error pada Windows. Fitur ini bisa digunakan untuk menghapus beberapa aplikasi yang sebelumnya terinstall yang dimungkinkan sebagai penyebab error, atau juga bisa melakukan scanning keamanan untuk mengatasi error tersebut.

6. Menjalankan Diagnosa Komputer

Salah satu hal menarik adalah sistem operasi Windows adalah mempersilahkan penggunanya untuk dengan mudah melakukan troubleshooting melalui Safe Mode. Troubleshooting di sini adalah melakukan diagnosa terhadap sistem Windows untuk menemukan permasalahan penyebab Windows gagal untuk memulai.

7. Kembali ke Versi Sebelumnya

Maksudnya adalah Windows memberikan pilihan kepada penggunannya untuk mengembaikan atau melepas pembaruan sistem yang baru saja dilakukan. Dimungkinkan setelah melakukan pembaruan muncul error, maka dengan kembali ke versi pembaruan sebelumnya adalah pilihan yang baik.


Caranya adalah dengan masuk ke halaman perbaikan Windows, biasanya tekan F8 pada saat booting logo brand, kemudian membuka Advanced Startup option page > Troubleshoot > Advanced Options dan klik 'Go Back to the Previous Version. Cara ini tidak akan menghapus file pribadi kalian, hanya saja pengaturan aplikasi yang sudah dilakukan akan kembali ke versi sebelumnya.

8. Mereset Windows 10

Dengan mereset Windows 10, akan membuat segar proses booting pada disk. Caranya sama yaitu masuk ke halaman reparasi windows 10, kemudian kalian pilih Troubleshoot > Reset this PC. Kemudian kalian akan diberi pilihan untuk menghapus semua data termasuk data pribadi atau hanya mengembalikan pengaturan aplikasi.

9. Hilangkan Virus

Terkadang malware dan virus bisa menjadi penyebab Windows 10 error. Memang kedengaran aneh, dan sebagian kita menyepelakan hal ini, namun setidaknya apa salahnya kita coba. Jadi, setelah kalian masuk ke Windows 10 dengan cara-cara yang disebutkan di atas, pastikan kalian memasang Antivirus yang mumpuni. Oh ya, pastikan kalian menggunakan Windows 10 Original agar tidak disusupi oleh virus dan error segala macamnya.

Demikianlah pembahasan beberapa hal yang bisa kalian lakukan jika Windows gagal untuk memulai (fails to start). Semoga bermanfaat, dan jika ada yang peru ditambahkan silahkan tulis di kolom komentar. Terima kasih.

Agustus 30, 2020

Agustus 30, 2020

Cara Merubah Level Prioritas Proses Aplikasi di Windows 10 Tahun 2020


Rizqi Maharantau Blog
- Bagi kalian yang belum tahu, setiap aplikasi yang terpasang di Windows memiliki tingkat prioritas yang ditentukan berdasarkan seberapa besar mengkonsumsi sumber daya ketika banyak aplikasi yang dijalankan. Kita ambil contoh, ketika kalian menjalankan dua aplikasi secara bersamaan, maka Windows 10 akan melakukan pemrioritasan kedua aplikasi tersebut. Artinya kedua aplikasi tersebut akan menggunakan sumber daya yang sama.

Sama halnya jika kalian sedang membuka aplikasi permainan tanpa menjalankan aplikasi lainnya, maka Windows akan memprioritaskan hanya pada permainan tersebut. Di lain sisi, jika kalian bermain game dengan banyak aplikasi yang berjalan di sistem, melakukan boosting pada prioritas game akan membuat performa gaming lebih baik, namun akan berdampak pada menurunnya performa aplikasi lain.

Sebenarnya pada Windows 10, kalian bisa merubah prioritas proses aplikasi. Merubah di sini berarti menentukan berapa banyak sumber daya komputer yang digunakan untuk proses aplikasi yang sedang berjalan pada latar belakang sistem.
Jadi, pada artikel kali ini, minblog ingin membagikan langkah-langkah untuk merubah level prioritas proses sebuah aplikasi pada Windows 10.

Cara Merubah Level Prioritas Aplikasi di Windows 10

Langkah 1. Pertama-tama klik kanan pada taskbar dan pilih 'Task Manager'
buka task manager

Langkah 2. Setelah terbuka jendela Task Manager, pilih tab Processes dan kemudian klik kanan pada aplikasi yang sedang berjalan, dan pilih 'Go to details'.
Tab Processses

Langkah 3. Sekarang posisi kalian pindah ke tab 'Details', klik kanan pada proses aplikasi yang telah kalian pilih sebelumnya, dan pilih 'Set Priority'.
Atur Prioritas

Langkah 4. Kalian akan melihat ada 6 pilihan (Realtime, High, Above Normal, Normal, Below Normal, dan Low).


Langkah 5. Jika kalian pilih 'Realtime' artinya itu adalah prioritas tertinggi, dan 'Low' artinya prioritas terendah. Silahkan kalian pilih sesuai kebutuhan kalian.

Langkah 6. Setelah kalian pilih, silahkan konfirmasi dengan menekan 'Change priority'.
Konfirmasi 'Change Priority'

Dan selesai. Kalian sudah bisa merubah prioritas proses dari aplikasi yang kalian jalankan di Windows. Terima kasih dan semoga bermanfaat.

Agustus 20, 2020

Agustus 20, 2020

Cara Mudah untuk Memeriksa Full Spesifikasi Komputer atau Laptop di Windows 10

Rizqi Maharantau Blog - Jika kalian menggunakan komputer desktop atau laptop, pastinya mengetahui komponen di dalam komputer dan informasi sistem operasi sangat berguna untuk tujuan kamu kedepannya. Misal kalian ingin menambah kapasitas hard drive, RAM, atau GPU, kalian bisa memperoleh informasi apakah perangkat komputer/laptopmu mendukung atau tidak, semua bisa dilihat dari spesifikasi.

Memiliki pengetahuan tentang spesifikasi dan komponen pada komputer kalian juga membantu mengatasi berbagai masalah. Jadi, tahu tentang spesifikasi komputer secara keseluruhan sangatlah penting. Untuk melakukan hal tersebut kalian tidak perlu memasang (installing) aplikasi pihak ketiga.

Memeriksa Full Spesifikasi Komputer atau Laptop di Windows 10

Pada sistem operasi Windows 10, kalian bisa memeriksa spesifikasi perangkat komputer atau laptop dengan mudah, termasuk basic input/output system, Firmware, Model Number, Processor, Memory, Drive, Graphics, dan banyak lagi. Nah pada artikel ini, minblog akan membagikan beberapa langkah untuk memeriksa spesifikasi komputer atau laptop secara full di Windows 10.

1. Memeriksa Processor, RAM, ID Perangkat, dan Versi Windows

Cara pertama menggunakan system settings. Pada fitur ini, Windows 10 akan memberikan informasi dasar mengenai komputer atau laptop yang kalian pakai seperti Processor, RAM, dan versi Windows.

Langkah 1. Klik tombol Start dan pilih 'Settings'.


Langkah 2. Setelah itu akan terbuka halaman 'Settings', kalian lanjut untuk memilih 'System'.


Langkah 3. Kemudian kalian scroll ke bawah, dan pilih 'About'. Perhatikan info di bagian kanan. Maka kalian akan melihat spesifikasi perangkat (device specifications) dan spesifikasi Windows (Windows Specifications).


Cara pertama selesai. Pada spesifikasi perangkat kalian akan ditampilkan informasi mengenai processor, RAM dan lain-lain. Sedangkan pada spesifikasi Windows, kalian akan tahu tentang versi Windows yang sedang kalian gunakan saat ini.

2. Memeriksa Kartu Grafis (GPU)

Untuk memeriksa GPU pada sistem operasi Windows 10 yang dipakai, kalian akan menerapkan beberapa langkah untuk mengetahuinya. Berikut penjelasannya:

Langkah 1. Klik kanan pada logo Windows (tombol Start), pilih 'Device manager'.


Langkah 2. Setelah muncul jendela baru, maka pilih 'Display adapters'. maka akan muncul GPU apa saja yang terpasang pada perangkat komputer atau laptop kalian.

3. Memeriksa Motherboard (Mobo)

Untuk mengetahui informasi Motherboard, kalian tidak perlu membongkar laptop atau komputer, cukup dengan sedikit klik melalui Windows 10 untuk mengetahuinya.

Langkah 1. Buka kotak pencarian (search bar) di samping kanan tombol Start, dan ketikkan 'System information'.


Langkah 2. Pilih System information dan scroll ke bawah sampai kalian menemukan 'Motherboard Manufacturer' atau 'BaseBoard Manufacturer'.


Ya disitu kalian bisa mendapatkan informasi tentang perusahaan pembuat si Motherboard, dan BaseBoard Model untuk mengetahui nomor model dari Motherboard itu sendiri.

4. Memeriksa Informasi Sistem menggunakan Commant Prompt

Jika kalian tidak mau repot menggunakan cara-cara yang tersebut di atas, maka kalian bisa menggunakan Windows Command Prompt untuk memeriksa segala informasi mengenai sistem. Berikut penjelasan bagaimana memeriksa informasi sistem menggunakan Command Prompt di Windows 10.

Langkah 1. Buka kotak pencarian dan ketikkan 'Command Prompt'.
Langkah 2. Buka dengan klik kanan, 'Run as administrator'. Maka akan muncul jendela baru hitam.


Langkah 3. Ketikkan 'systeminfo' dan ENTER. Nah, kalian akan melihat informasi sistem.





Langkah 4. Jika ingin melihat informasi sistem lebih banyak lagi, ketikkan 'systeminfo /?'



Demikianlah penjelasan mengenai Cara Mudah untuk Memeriksa Full Spesifikasi Komputer atau Laptop di Windows 10. Semoga tulisan ini bermnafaat bagi kalian. Terima kasih