RIZQI MAHARANTAU BLOG

BLOG INFORMATIF SEPUTAR TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN

Sekilas info

Tampilkan postingan dengan label Dapodik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dapodik. Tampilkan semua postingan

Oktober 08, 2020

Oktober 08, 2020

Pengajuan NUPTK pada Verval PTK 2020

Assalamu'alaikum para pendidik. Selamat datang kembali di blog ini. Pada kesembatan kali ini, minblog akan memberikan tata cara pengajuan Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) terbaru. Ini sangat penting sekali mengingat NUPTK berkaitan dengan kelengkapan administrasi untuk para pendidikan dan tenaga kependidikan.

Baru-baru ini di tahun 2020, pihak Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan dan Kebudyaaan melakukan penyegaran terhadap web verval PTK, yang mana sebelumnya pada bulan Juli hingga Agustus 2020 (jika tidak salah) verval PTK lama tidak memunculkan menu-menu untuk pengajuan NUPTK. Bisa dipastikan karena ada perbaikan.

Berkaitan dengan pembaruan situs verval PTK, minblog ingin memberikan informasi mengenai langkah-langkah yang harus ditempuh untuk bisa mendapatkan NUPTK di tahun 2020 ini khususnya infromasi ini sangat penting sekali bagi Operator Sekolah seperti saya, dan kawan-kawan di luar sana.

Sebelum melangkah lebih jauh, minblog ingin mengingatkan kembali mengenai syarat-syarat harus dipersipkan sebelum mengajukan NUPTK ke verval PTK.

Syarat-syarat pengajuan NUPTK 2020:

  1. Kartu Tanda Penduduk (KTP);
  2. Ijazah dari pendidikan dasar sampai dengan pendidikan terakhir;
  3. Bukti memiliki kualifikasi akademik paling rendah diploma IV (D-IV) atau strata 1 (S-1) bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan pada Satuan Pendidikan Formal;
  4. Bagi yang berstatus sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) atau Pegawai Negeri Sipil (PNS) melampirkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan CPNS atau PNS; dan SK penugasan dari Dinas Pendidikan;
  5. Surat keputusan pengangkatan dari kepala Dinas Pendidikan bagi yang berstatus bukan PNS yang bertugas pada Satuan Pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah;dan
  6. Telah bertugas paling sedikit 2 (dua) tahun secara terus menerus bagi yang berstatus bukan PNS pada Satuan Pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat yang dibuktikan melalui surat keputusan pengangkatan dari ketua yayasan atau badan hukum lainnya.
Kolom unggah persyaratan

Setelah anda melengkapi persyaratan yang disebutkan di atas, maka selanjutnya bawa ke Operator Sekolah di satuan pendidikan masing-masing untuk dilakukan scanning pada berkas persyaratan tersebut. Lebih baik lagi jika anda sudah melakukan scanning sendiri. Karena yang akan diunggah adalah file hasil scanning berkas dalam format PDF.

Langkah-langkah pengajuan NUPTK 2020 oleh Operator Sekolah

Langkah 1. Setelah anda (OPS) menerima persyaratan yang sudah lengkap. Selanjutnya akses alamat situs verval PTK di vervalptk.data.kemendikbud.go.id.

Langkah 2. Setelah terbuka, silahkan masuk/login dengan akun yang sudah pernah didaftarkan di SDM data.



Langkah 3. Maka anda akan ditujukan ke halaman baru dari verval PTK. Selanjutnya pergi ke menu sebelah kiri dan klik 'Pengajuan NUPTK'.



Langkah 4. Setelah itu muncul daftar PTK calon penerima NUPTK. Silahkan klik 'Ajukan NUPTK' sesuai dengan nama PTK yang ingin diajukan NUPTKnya.


Langkah 5. Beberapa saat akan muncul jendela baru berisi kolom unggah berkas. Silahkan unggah berkas sesuai dengan perintah yang diminta. Pastikan semua berkas sudah berformat PDF dan tidak melebihi 2MB.


Langkah 6. Jika sudah selesai mengunggah berkas. Para operator sekolah bisa memantau progress verifikasi di kolom sebelah kiri bagian 'Status Pengajuan NUPTK'.



Jika syarat lengkap, dan prosedur benar, maka Insya Allah akan diproses dengan cepat. Namun jika gagal pastikan para operator sekolah melihat catatan pada grafik progress pengajuan agar tahu perbaikan apa yang harus dilakukan. Pengalaman minblog, setelah unggah berkas segera hubungi Operator Dapodik Dinas Provinsi, karena merekalah verifikator tahap pertama.


Jadi, demikianlah info mengenai pengajuan NUPTK pada Verval PTK 2020. Semoga bermanfaat, silhkan jika ada pertanyaan bisa menulisnya di kolom komentar. Terima kasih.

Agustus 28, 2020

Agustus 28, 2020

Cara Otomatis Input Nomor Ponsel Siswa ke Aplikasi Dapodik Menggunakan Automatic Mouse and Keyboard


Rizqi Maharantau Blog
- Berkaitan dengan pembelajaran dari rumah (BDR) yang disebabkan oleh adanya pandemi Covid-19, maka menuntut siswa untuk lebih aktif di depan layar ponsel/laptop mereka. Oleh karena itu siswa membutuhkan kuota internet sebagai prasarana untuk menunjang pembelajaran dari rumah (daring).

Baru-baru ini Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan edaran resmi tentang Program Pemberian Kuota Internet Bagi Peserta Didik SD TK PAUD SMP SMA SMK. Ini akan sangat membantu para siswa yang telah mengeluarkan biaya untuk bisa menggunakan internet sebagai media pendukung Belajar Dari Rumah. 

Dalam surat edaran tersebut, pihak Kemdikbud meminta kepada Kepala Satuan Pendidikan untuk mendata nomor ponsel dari setiap siswa-siswi yang ada di Satuan Pendidikan tersebut melalui aplikasi Dapodik. Akibatnya ini akan berdampak pada pekerjaan Operator Sekolah selaku penanggung jawaban aplikasi Dapodik.

Di sini Operator Sekolah harus memasukkan nomor ponsel siswa satu persatu dikarenakan tidak ada fitur format upload pada aplikasi Dapodik. Ini akan sangat 'membosankan' karena akan memilih data siswa satu-persatu kemudian kopas nama dan nomer dari data yang sebelumnya dibuat (dalam bentuk excel) ke aplikasi Dapodik.

Untuk itu, pada tulisan kali ini, minblog akan membagikan trik yang mungkin sedikit bisa berguna untuk teman-teman operator sekolah dalam menginput nomor ponsel siswa ke aplikasi dapodik. Trik ini terinspirasi dari channel YouTube Sobat OPS. Dalam melakukan trik ini, teman OPS memerlukan aplikasi perekam gerakan mouse dan keyboard pada laptop / komputer sobat. Aplikasi bernama Automatic Mouse and Keyboard ini berguna untuk merekam gerakan mouse dan keyboard sehingga bisa dimanfaatkan untuk pengisian data dengan syarat kegiatan tersebut berulang.

Cara Input Nomor Ponsel Siswa ke Aplikasi Dapodik Menggunakan Automatic Mouse and Keyboard

Sebelum kalian menggunakan pastinya kalian mengunduh terlebih dahulu aplikasinya. Silahkan klik tautan berikut:
Aplikasi tersebut tidak lah gratis alias berbayar, teman-teman bisa menggunakan secara gratis dengan keterbatasan yang ada.

Namun tidak perlu khawatir, teman-teman bisa menggunakannya walaupun versi gratis. Berikut penjelasannya:

Langkah 1. Setelah kalian mengunduh, buka aplikasinya.

Langkah 2. Sebelum menggunakan, pastikan kalian punya data nomor ponsel siswa. Dalam hal ini, minblog sudah mendata menggunakan Google Formulir.

Langkah 3. Klik ikon 'RECORD' pada aplikasi tersebut. Kemudian silahkan kalian melakukan beberapa gerakan. Contoh kasus di sini Minblog meng-copy nama siswa yang terdapat di excel, kemudian buka aplikasi dapodik dan cari dengan mem-paste nama ke kolom pencarian nama di aplikasi dapodik. Setelah ketemu klik nama siswa dan klik tombol 'Ubah' yang terdapat di aplikasi dapodik. Kemudian lanjut buka excel yang tadi, kemudian copy nomor ponsel, dan pastekan di kolom Nomor HP di aplikasi dapodik. Setelah selesai, pilih baris yang berisi nama dan nomor siswa tadi di excel, kemudian Delete Cell. Setelah itu klik bebas.

input data ponsel siswa ke aplikasi dapodik

Langkah 4. Setelah tahapan di atas sudah dilakukan tekan kombinasi keyboard 'Alt + F2' untuk berhenti merekam gerakan mouse dan keyboard.

Langkah 5. Silahkan lakukan pangaturan seperti gambar berikut:

Langkah 6. Setelah selesai, atur 'Repeat' (ulangi) sebanyak data yang akan di isi. Setelah itu klik 'Play', dan biarkan 'robot' mouse dan keyboard bekerja.

Demikian tutorial menginput nomor siswa ke aplikasi dapodik secara otomatis. Cara ini dilakukan apabila ada data nomor ponsel siswa yeng belum terisi. Cara ini pula bisa dilakukan untuk kegiatan isi data yang bersifat mengulang. Semoga bermanfaat, dan jika ada pertanyaan silhkan coret di kolom komentar. Terima kasih

Agustus 21, 2020

Agustus 21, 2020

Pembaruan dan Perbaikan Aplikasi Dapodik Versi 2021.a Telah Rilis


Menindaklanjuti beberapa laporan terkait adanya bugs pada Aplikasi Dapodik versi 2021 yang dapat mengganggu kelancaran sekolah dalam melakukan pemutakhiran data semester 1 Tahun Ajaran 2020/2021, maka saat ini dirilis Aplikasi Dapodik versi 2021.a yang telah dilakukan perbaikan.

Adapun pembaruan dan perbaikan yang dilakukan pada Aplikasi Dapodik versi 2021.a adalah sebagai berikut:

  • [Pembaruan] Penambahan jenis rombel baru Daring/PJJ pada jenjang PKBM/SKB.
  • [Pembaruan] Penambahan jenis rombel baru Kursus pada jenjang PKBM/SKB.
  • [Pembaruan] Penambahan pemilihan role pengguna ketika saat setelah login.
  • [Pembaruan] Penambahan bisnis proses pada login operator sekolah dapat menggunakan fitur tarik data.
  • [Perbaikan] Bugs fixing pada API validasi untuk proses sinkronisasi.
  • [Perbaikan] Bugs fixing SILN tidak dapat tambah GTK baru.
  • [Perbaikan] Bugs fixing fitur penambahan/perubahan Akun GTK.
  • [Perbaikan] Bugs fixing perubahan password dengan metode enkripsi baru.
  • [Perbaikan] Bugs fixing validasi untuk menghitung rasio rombel paralel terhadap jumlah peserta didik.
  • [Perbaikan] Bugs fixing validasi pengecekan kondisi bangunan.
  • [Perbaikan] Pembukaan kembali isian riwayat pendidikan formal bagi GTK dengan batas waktu yang telah ditentukan.
  • [Perbaikan] Pelepasan pengecekan data akun Kepala Sekolah/PLT Kepala Sekolah pada saat registrasi baik online maupun offline dan pada saat login ke Aplikasi Dapodik.
  • [Perbaikan] Perubahan bisnis proses aturan pada saat memetakan peserta didik ke dalam rombongan belajar untuk jenjang SLB

Untuk melakukan update/pembaruan Aplikasi Dapodik versi 2021.a, sekolah tidak perlu melakukan uninstall pada aplikasi dapodik versi 2021. Adapun proses untuk melakukan update/pembaruan Aplikasi Dapodik versi 2021.a dapat mengunduh dan install patch dapodik versi 2021.a, dengan mengikuti beberapa langkah berikut:

  1. Unduh file patch dapodik 2021.a pada menu unduhan laman https://dapo.kemdikbud.go.id/,
  2. setelah file patch dapodik 2021.a berhasil diunduh,
  3. Lakukan installasi sampai dengan selesai,
  4. Lakukan refresh (Ctrl + F5).


Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Atas perhatian dan kerja sama Bapak/Ibu, kami ucapkan terima kasih.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.



Salam Satu Data Pendidikan Indonesia
Admin Dapodik



Unduhan
Unduh Aplikasi Dapodik Versi 2021.a

Tautan Alternatif

Juli 19, 2020

Juli 19, 2020

Telah Rilis, Aplikasi Dapodik Versi 2021

aplikasi dapodik versi 2021
Salam satu data untuk semua operator data pokok pendidikan (dapodik), setelah kemarin 17 Juni 2020, proses sikronisasi ditutup guna untuk mempersiapkan pemutakhiran aplikasi dapodik, maka hari ini tanggal 19 Juli 2020, akhirnya Kemdikbud merilis aplikasi dapodik versi 2021. 

Pembaruan yang paling menonjol pada versi 2021 di antaranya penggabungan aplikasi antara Dapodikdasmen dengan Dapo PAUD-Dikmas, penambahan fitur tarik data pada proses sinkronisasi untuk menurunkan perubahan data yang terjadi di server ke lokal, perubahan proses bisnis untuk perekaman GTK baru, perubahan proses bisnis untuk penambahan dan perbaikan akun GTK, penonaktifan kurikulum 2006 (KTSP), dan perbaikan-perbaikan lainnya.

Berikut isi pengumuman yang ada di situs dapodik

Yth. Bapak/Ibu

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota
Kepala LPMP
Kepala PP/BP PAUD dan Dikmas
Kepala PAUD, SD, SMP, SMA, SMK, SLB, dan PKBM

di seluruh Indonesia



Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh


Pemutakhiran data semester 1 tahun ajaran 2020/2021 dilaksanakan menggunakan aplikasi terbaru yang saat ini dirilis yaitu Aplikasi Dapodik versi 2021. Integrasi data dan pembaruan aplikasi telah dilaksanakan agar Aplikasi Dapodik versi 2021 dapat digunakan untuk pengumpulan data dari satuan pendidikan pada jenjang pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, pendidikan khusus, dan pendidikan kesetaraan.


Aplikasi Dapodik versi 2021 telah menggunakan database versi baru yang dirilis dalam bentuk installer (tidak ada versi updater). Untuk itu secara teknis diharuskan melakukan install ulang Aplikasi Dapodik versi sebelumnya terlebih dahulu.

Kode registrasi Aplikasi Dapodik untuk satuan pendidikan pada jenjang PAUD (TK, KB, TPA, SPS) dan pendidikan kesetaraan (SKB/PKBM) telah diubah menjadi kode registrasi format baru yang akan didistribusikan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. Akun petugas pendataan tidak mengalami perubahan, sehingga akun pada aplikasi sebelumnya dapat digunakan untuk registrasi pada Aplikasi Dapodik versi 2021.

Catatan untuk satuan pendidikan SKB/PKBM, Aplikasi Dapodik versi 2021 belum dapat mengakomodasi peserta didik yang mengikuti dua program pendidikan dalam waktu yang sama (contoh: peserta didik terdaftar di rombel paket C dan kursus). Fitur ini akan diakomodasikan pada rilis berikutnya.


Berikut adalah daftar perubahan pada Aplikasi Dapodik versi 2021:


  1. [Pembaruan] Penyesuaian aplikasi setelah penggabungan antara Dapo PAUD-Dikmas dan Dapodikdasmen.
  2. [Pembaruan] Penambahan data rinci PAUD khusus untuk jenjang PAUD.
  3. [Pembaruan] Penambahan Program dan Layanan untuk jenjang PKBM dan SKB.
  4. [Pembaruan] Penambahan tabulasi sertifikasi PD pada data rinci peserta didik untuk jenjang SMA dan SMK
  5. [Pembaruan] Penambahan referensi status desa berdasarkan Kepmendikbud Nomor 580/P/2020.
  6. [Pembaruan] Penambahan fitur tarik data pada proses sinkronisasi guna menurunkan semua perubahan yang terjadi hanya pada data yang berada di server.
  7. [Pembaruan] Penambahan metode penarikan data pada API web service.
  8. [Pembaruan] Penambahan atribut tanggal mulai dan tanggal selesai pada isian rombongan belajar untuk PKBM dan SKB.
  9. [Pembaruan] Penambahan security pada aplikasi.
  10. [Pembaruan] Penambahan fitur untuk mengisi e-form kesiapan satuan pendidikan.
  11. [Pembaruan] Penambahan fitur untuk mengecek dan membuka Aplikasi PMP.
  12. [Pembaruan] Integrasi output data hasil PPDB daerah.
  13. [Pembaruan] Kelulusan bersama pada tingkat akhir untuk kelas TK B, 6, 9 dan 12/13.
  14. [Pembaruan] Generate ulang kode registrasi sekolah untuk jenjang PAUD.
  15. [Perbaikan] Perubahan instrumen sanitasi sesuai target SDGs.
  16. [Perbaikan] Penonaktifan kurikulum 2006 (KTSP) dan wajib menggunakan kurikulum 2013. Bagi SMK wajib menggunakan kurikulum 2013 REV.
  17. [Perbaikan] Perubahan proses bisnis perekaman GTK untuk pertama kali dikelola oleh Pusdatin.
  18. [Perbaikan] Perubahan proses bisnis pembuatan/perubahan akun GTK untuk jenjang SMP, SMA, SMK dan SLB.
  19. [Perbaikan] Perubahan proses bisnis bagi SMK tingkat 10 wajib memilih jurusan kompetensi keahlian.
  20. [Perbaikan] Perubahan proses bisnis bagi SMK yang diperkenankan membuka kelas terbuka hanya pada tingkat 12 saja.
  21. [Perbaikan] Perbaikan validasi pada GUI pada saat mengeluarkan siswa yang aktif.
  22. [Perbaikan] Perbaikan pengisian rombongan belajar praktik pada jenjang SMK.
  23. [Perbaikan] Perbaikan pengisian formulir pada peserta didik.
  24. [Perbaikan] Perbaikan pengisian formulir pada GTK
  25. [Perbaikan] Perbaikan fitur ubah pada ruang praktik kerja/bengkel pada jenjang SMK.
  26. [Perbaikan] Penyesuaian formulir pada halaman registrasi.
  27. [Perbaikan] Penutupan isian akreditasi prodi pada jenjang SMK.
  28. [Perbaikan] Perubahan proses bisnis pengisian tingkat kerusakan bangunan.
  29. [Perbaikan] Perubahan proses bisnis pengisian tingkat kerusakan ruang.
  30. [Perbaikan] Perubahan proses bisnis pengisian riwayat pendidikan formal kualifikasi S1 pada GTK.


Panduan Aplikasi Dapodik versi 2021 yang dapat diunduh di menu unduhan laman dapodik atau pada bagian lampiran berita ini yang memuat petunjuk teknis instalasi, registrasi online/registrasi offline, serta deskripsi dari setiap perubahan dan perbaikan pada Aplikasi Dapodik versi 2021.

Selanjutnya bagi segenap Bapak/Ibu Kepala Sekolah agar segera menugaskan Petugas pendataan untuk melakukan upgrade ke Aplikasi Dapodik versi 2021 dan melakukan pemutakhiran data semester 1 tahun ajaran 2020/2021. Pemutakhiran data dilakukan paling lambat pada Senin, 31 Agustus 2020 (Penarikan data untuk program BOS) dan pada Rabu, 30 September 2020 (Penarikan data untuk program BOP) dengan tetap menjaga kualitas data.

Demikian informasi yang kami sampaikan. Atas perhatian dan kerja sama Bapak/Ibu, kami ucapkan terima kasih.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Salam Satu Data Pendidikan Indonesia,


Download Link Alternatif Aplikasi Dapodik versi 2021 berikut ini:

Installer Aplikasi Dapodik Versi 2021
Panduan Aplikasi Dapodik Versi 2021

September 15, 2018

September 15, 2018

Progres Pemutakhiran Dapodikdasmen Tahun Ajaran 2018/2019


Yang terhormat,
 
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi
Kepala Dinas Pendidikan Kab/Kota
Kepala Sekolah SD, SMP, SLB, SMA dan SMK
Operator Dapodik
Di Seluruh Nusantara
 

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Berdasarkan Surat Edaran Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 5749/D/R/2018 tentang Pemutakhiran Data Pokok Pendidikan Dasar dan Menengah Semester 1 Tahun Ajaran 2018/2019, telah disampaikan bahwa sekolah harus melakukan sinkronisasi/pengiriman data semester 1 Tahun Ajaran 2018/2019 menggunakan Aplikasi Dapodikdasmen versi 2019 sampai dengan tanggal 21 September 2018 yang merupakan batas akhir pengambilan data/cut off untuk program BOS triwulan IV tahun 2018. Namun demikian dari pengecekan data di server Dapodikdasmen per-tanggal 12 September 2018 diketahui bahwa masih banyak sekolah dengan status partisipasi BOS adalah “menerima” (pada aplikasi Dapodikdasmen menjawab “Ya”), akan tetapi belum melakukan sinkronisasi (Daftar sekolah dapat diunduh pada lampiran berita ini).

Sehubungan dengan hal tersebut, dengan hormat kami sampaikan kepada Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota agar kembali menginstruksikan ke seluruh satuan pendidikan di wilayah binaannya sesuai dengan kewenangannya supaya melakukan pemutakhiran data melalui aplikasi Dapodikdasmen 2019. Demikian juga LPMP dan Pengawas Sekolah dengan berkoordinasi dengan dinas pendidikan untuk melakukan verifikasi dan validasi data Dapodikdasmen sesuai dengan kewenangannya pada wilayah binaan masing-masing.

Beberapa hal yang perlu untuk diperhatikan terkait kelengkapan data Dapodik untuk pengambilan data/cut off untuk program BOS sebagai berikut:
1. Data siswa yang akan terhitung adalah data siswa pada semester 1 Tahun Ajaran 2018/2019.
2. Data Rombongan Belajar harus diisi dengan lengkap dan benar, dan jenis rombel yang dihitung adalah Rombel Reguler, Rombel Terbuka, dan Rombel Kelas Jauh sedangkan Rombel Teori, Praktek, dan Ekskul tidak dihitung. 
3. Khususnya untuk SMA dan SMK harus memperhatikan pengisian data program pengajaran/program keahlian/ kompetensi keahlian sebagai berikut:
  • SMA yang baru tahun pertama menerapkan Kurikulum 2013
    Kelas X = Bahasa dan Budaya, MIPA, Ilmu Pengetahuan Sosial
    Kelas XI dan XII = Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)/Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)/Bahasa
  • SMA Kurikulum 2013
    Kelas X, XI, dan XII = Bahasa dan Budaya, MIPA, Ilmu Pengetahuan Sosial
  • SMK yang baru tahun pertama menerapkan Kurikulum 2013
    Kelas X = Program Keahlian
    Kelas XI dan XII = Kompetensi Keahlian
  • SMK Kurikulum 2013
    Kelas X = Program Keahlian
    Kelas XI dan XII = Kompetensi Keahlian
4. Data Rombongan Belajar harus diisikan WALI KELAS
5. Rombongan Belajar harus diisikan lengkap sampai dengan data pembelajaran dan jadwal pelajaran.
6. Data siswa disarankan melalui proses verifikasi dan validasi NISN pada layanan vervalpd.data.kemdikbud.go.id.
 
Sekolah dihimbau untuk dengan seksama memperhatikan kelengkapan dan kevalidan datanya. Apabila data yang diisikan tidak lengkap maka TIDAK AKAN TERHITUNG untuk penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Demikian informasi yang kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasama Bapak/Ibu serta teman-teman operator sekalian, kami ucapkan terima kasih.
 
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

LAMPIRAN