RIZQI MAHARANTAU BLOG

BLOG INFORMATIF SEPUTAR TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN

Sekilas info

Tampilkan postingan dengan label Berita Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Oktober 19, 2020

Oktober 19, 2020

Jadwal dan Panduan Belajar Dari Rumah (BDR) Melalui TVRI untuk Tingkat SMA


Pengantar

Program Belajar dari Rumah (selanjutnya disebut BDR) oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyediakan alternatif kegiatan pembelajaran selama anak belajar di rumah karena terdampak masa pandemik COVID-19. Tayangan dalam program BDR meliputi tayangan untuk anak usia PAUD dan sederajat, SD dan sederajat, SMP dan sederajat, SMA/SMK dan sederajat, dan program keluarga dan kebudayaan. Pembelajaran dalam BDR ini tidak mengejar ketuntasan kurikulum, tetapi menekankan pada kompetensi literasi dan numerasi.

Selain untuk memperkuat kompetensi literasi dan numerasi, tujuan lain program BDR adalah untuk membangun kelekatan dan ikatan emosional dalam keluarga, khususnya antara orang tua/wali dengan anak, melalui kegiatan-kegiatan yang menyenangkan serta menumbuhkan karakter positif. 

Untuk masukan dan saran mengenai program ini, dapat mengisi survei di s.id/surveibdr, mengunjungi website http://ult.kemdikbud.go.id/, atau mengirim surat elektronik ke pengaduan@kemdikbud.go.idUntuk yang di daerah 3T, dapat mengirim SMS gratis dengan mengetik BDR dan kirim ke 93456. 

Tetap belajar dari rumah, jaga jarak, rajin cuci tangan, dan pakai masker agar kita mencegah penyebaran COVID-19.

Jadwal Program TVRI

Berikut jadwal materi Belajar Dari Rumah (BDR) melalui program TVRI untuk tingkat SMA mulai dari 19 Oktober s/d 25 Oktober 2020 setiap jam 10.05 - 10.30.

Senin, 19 Oktober 2020 => Materi: Klasifikasi Makhluk Hidup

Selasa, 20 Oktober 2020 => Barisan Geometri

Rabu, 21 Oktober 2020 => Tradisi Asli Nusantara: Soto Banjar

Kamis, 22 Oktober 2020 => Deret Geometri

Jumat, 23 Oktober 2020 => Vokasi Kini: Tenaga Kesehatan

Sabtu, 24 Oktober 2020 => Podbox: "Seni Rupa dan Aktivisme" (RR)

Minggu, 25 Oktober 2020 => Podbox: "Seni Rupa dan Aktivisme" (RR)

Talkshow Asli Indonesia

" Hutan Kita "

  • Senin, 19 Oktober 2020, 19:00 - 20:00
  • Sabtu, 24 Oktober 2020, 09:00 - 10:00 (RR)
  • Minggu, 25 Oktober 2020, 09:00 - 10:00 (RR)

Film

  1. Mondok (Selasa, 20 Oktober 2020, Pukul 21.30)
  2. Nada-Nada Kecil (Rabu, 21 Oktober 2020, Pukul 21.30)
  3. Aku dan Hari Esok (Kamis, 22 Oktober 2020, Pukul 21.30)
  4. Panggung Akhir Sekolah (Sabtu, 24 Oktober 2020, Pukul 21.30)

Tayangan Akhir Minggu

CERITA PAGI:

Sabtu, 24 Oktober 2020, 08:00 - 09:00
Minggu, 25 Oktober 2020, 08:00 - 09:00

Belajar Bahasa Inggris Yuk!

Materi dan jadwal dapat berubah sewaktu-waktu

Panduan untuk tayangan yang menekankan pada Kompetensi Numerasi

1. Panduan Untuk Orang Tua

Berikut hal yang dapat dilakukan orang tua untuk membantu meningkatkan kompetensi numerasi anak dari melihat tayangan:
  1. Jika memungkinkan, perhatikan apakah anak menyimak tayangan dengan baik.
  2. Ajaklah anak berdiskusi kebermanfaatan tayangan yang disaksikan.
  3. Berilah motivasi untuk penyelesaian tugas yang diberikan dengan memeriksa kembali apa yang sudah dikerjakan anak.
  4. Untuk tugas yang rumit atau perlu penyelesaian, arahkan anak untuk mencari referensi lainnya dari buku.
  5. Jika memungkinkan, berdiskusilah dengan guru apabila anak membutuhkan bimbingan lebih lanjut.
  6. Berikan penghargaan untuk upaya yang telah dilakukan anak untuk menyelesaikan tugas.

2. Panduan Untuk Siswa

Berikut hal yang dapat kamu lakukan untuk membantu meningkatkan kompetensi numerasi dari melihat tayangan:
  1. Siapkan alat tulis sebelum tayangan. Simaklah tayangan dengan baik untuk memahami materi yang disampaikan.
  2. Berusahalah untuk mengerjakan tugas yang disampaikan.
  3. Pergunakan sumber lain untuk membantu mengerjaka tugas.
  4. Catatlah hal-hal yang belum dapat kamu pahami dengan baik sebagai bahan diskusi dengan orang tua dan/atau dengan guru serta temanmu dengan menggunakan gawai.
  5. Mintalah bimbingan dari orang tua atau saudaramu jika memungkinkan.

Panduan untuk tayangan yang menekankan pada Kompetensi Literasi

1. Panduan untuk Orang Tua

Berikut hal yang dapat dilakukan orang tua untuk membantu meningkatkan kompetensi literasi anak dari melihat tayangan:
  1. Jika memungkinkan, perhatikan apakah anak menyimak tayangan dengan baik.
  2. Ajaklah anak berdiskusi setelah menyaksikan tayangan program dengan memperhatikan kesantunan berbahasa.
  3. Pandulah anak mengerjakan tugas yang disampaikan dalam tayangan.
  4. Berikanlah semangat dan bantuan kepada anak untuk melakukan aktivitas pembelajaran lainnya sebagai umpan balik dari hasil tayangan program.
  5. Bacalah hasil pekerjaan anak. Berikanlah semangat, motivasi, dan inspirasi dari kehidupan yang dapat menguatkan karakter anak.

2. Panduan untuk Siswa

Berikut hal yang dapat kamu lakukan untuk membantu meningkatkan kompetensi literasi dari melihat tayangan:
  1. Siapkan alat tulis sebelum tayangan. Simak tayangan dengan baik agar kamu dapat memahami informasi secara akurat yang disampaikan dalam tayangan.
  2. Ajaklah orang tua atau saudaramu untuk berdiskusi tentang informasi tayangan. Sampaikan pendapat, tanggapan, gagasan, kekaguman, bahkan kritikanmu terhadap seseorang, sesuatu, atau data yang ditayangkan.
  3. Analisislah setiap informasi yang ada dalam tayangan, misalnya manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari atau bahkan untuk masa depanmu.
  4. Catatlah kata-kata yang baru, baik dari bahasa daerah atau bahasa asing, dari tayangan. Tanyalah artinya kepada orang di sekitarmu atau cari di kamus atau Internet agar perbendaharaan kosakatamu bertambah.
  5. Apabila kamu ingin mengembangkan bakat dan minatmu dalam menulis ilmiah, lakukanlah penelitian sederhana. Topiknya bisa dari hasil menyimak tayangan program atau sesuatu yang menarik perhatianmu. Identifikasi masalahnya, susun kerangka pemikiran, rumuskan hipotesis, uji hipotesis, lakukan pembahasan, dan tarik kesimpulan dari penelitian ini. Cari informasi dari buku, internet, dan orang-orang di sekitarmu.

Demikianlah artikel tentang Jadwal dan Panduan Belajar Dari Rumah (BDR) Melalui TVRI untuk Tingkat SMA. Untuk dokumen lengkapnya bisa di link di bawah ini:

Oktober 18, 2020

Oktober 18, 2020

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Sertifikasi Guru


Menurut Shoimin (2013:81), Sertifikasi Guru adalah proses pemberian sertifikasi pendidik kepada guru, sertifikat pendidikan diberikan kepada guru yang telah memenuhi standar profesional guru. Guru profesional merupakan syarat mutlak untuk menciptakan sistem dan praktik pendidikan yang berkualitas. Ditambah lagi menurut Masnur Muslich (2007:2) Sertifikasi Guru merupakan proses pemberian sertifikasi pendidik kepada guru yang telah memenuhi persyaratan tertentu yaitu kualifikasi akademik, kompetensi sehat jasmani dan rohani serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional yang dibarengi dengan peningkatan kesejahteraan yang layak.

Dapat disimpulkan bahwa sertifikasi guru merupakan hal penting mengingat hal tersebut sebagai tanda bahwa seorang guru telah memenuhi standar profesional guru guna mewujudkan tujuan pendidikan nasional yang dibarengi dengan peningkatan kesejahteraan yang layak.

Kaitannya dengan hal di atas, minblog merangkum beberapa pertanyaan seputar pembinaan guru yang mana sebelumnya kita telah membahas pertanyaan dan jawaban seputar Beban Kerja Guru, Kepala Sekolah, dan Pengawas Sekolah, dan Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK). Pada kesempatan ini pertanyaan dan jawaban berkaitan dengan Sertifikasi Guru.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Sertifikasi Guru

1. Mengapa sertifikasi guru dilakukan?

Jawab:
Guru merupakan sebuah profesi seperti profesi lain: dokter, akuntan, pengacara, sehingga proses pembuktian profesionalitas perlu dilakukan. Seseorang yang akan menjadi akuntan
harus mengikuti pendidikan profesi akuntan terlebih dahulu. Begitu pula untuk profesi guru harus melalui sertifikasi guru untuk membuktikan seseorang layak menduduki profesi guru
tersebut.

2. Apa dasar pelaksanaan sertifikasi?

Jawab:
Dasar utama pelaksanaan sertifikasi adalah Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (UUGD) yang disahkan tanggal 30 Desember 2005. Pasal yang menyatakannya adalah Pasal 8: guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Pasal lainnya adalah Pasal 11, ayat (1) menyebutkan bahwa sertifikat pendidik sebagaimana dalam pasal 8 diberikan kepada guru yang telah memenuhi persyaratan. Landasan hukum lainnya adalah Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 18 Tahun 2007 tentang Sertifikasi Bagi Guru Dalam Jabatan yang ditetapkan pada tanggal 4 Mei 2007. Selanjutnya ditetapkan berbagai peraturan perundang-undangan tentang pelaksanaan Sertifikasi Guru bagi Guru dalam Jabatan.

3. Siapa yang akan melaksanakan sertifikasi guru?

Jawab:
UUGD Pasal 11 ayat (2) dinyatakan bahwa sertifikasi pendidik diselenggarakan oleh perguruan tinggi yang memiliki program pengadaan tenaga kependidikan yang terakreditasi dan ditetapkan oleh Pemerintah. Dengan demikian sertifikasi guru diselenggarakan oleh LPTK yang terakreditasi.

4. Apakah sertifikasi guru menjamin peningkatan kualitas guru?

Jawab:
Sertifikasi merupakan sarana atau instrumen untuk mencapai suatu tujuan, bukan tujuan itu sendiri. Perlu ada kesadaran danpemahaman dari semua fihak bahwa sertifikasi adalah sarana untuk menuju kualitas. Kesadaran dan pemahaman ini akan melahirkan aktivitas yang benar, bahwa apapun yang dilakukan adalah untuk mencapai kualitas.

Contohnya, kalau seorang guru kembali masuk kampus untuk meningkatkan kualifikasi akademiknya, maka belajar kembali ini bertujuan untuk mendapatkan tambahan ilmu pengetahuan dan keterampilan, sehingga mendapatkan ijazah S-1. Ijazah S-1 bukan tujuan yang harus dicapai dengan segala cara, termasuk cara yang tidak benar melainkan konsekuensi dari telah belajar dan telah mendapatkan tambahan ilmu dan keterampilan baru.
Demikian pula kalau guru mengikuti sertifikasi, tujuan utama bukan untuk mendapatkan tunjangan profesi, melainkan untuk dapat menunjukkan bahwa yang bersangkutan telah
memiliki kompetensi sebagaimana disyaratkan dalam standar kompetensi guru. Tunjangan profesi adalah konsekuensi logis yang menyertai adanya kemampuan yang dimaksud. Dengan menyadari hal ini maka guru tidak akan mencari jalan lain guna memperoleh sertifikat profesi kecuali mempersiapkan diri dengan belajar yang benar untuk menghadapi sertifikasi. Berdasarkan hal tersebut, maka sertifikasi akan membawa dampak positif, yaitu meningkatnya kualitas guru.

5. Apa yang dimaksud dengan Pendidikan Profesi Guru?

Jawab:
Program Pendidikan Profesi Guru yang selanjutnya disebut Program PPG sebagaimana dinyatakan dalam Pasal 1 butir 5 Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi
Nomor 55 Tahun 2017 tentang Standar Pendidikan Guru adalah program pendidikan yang diselenggarakan setelah program sarjana atau sarjana terapan untuk mendapatkan sertifikat
pendidik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan/atau pendidikan menengah.

6. Ada berapa jenis Pendidikan Profesi Guru?

Jawab:
Terdapat dua jenis Program PPG berdasarkan kelompok sasaran yaitu:
  1. PPG Pra Jabatan, yaitu PPG yang diperuntukkan bagi calon guru yang telah memenuhi persyaratan kualifikasi akademik S-1/D-IV dan akan melamar menjadi guru.
  2. PPG Dalam Jabatan, yaitu PPG yang diperuntukkan bagi guru dalam jabatan. Guru dalam Jabatan adalah guru pegawai negeri sipil dan guru bukan pegawai negeri sipil yang sudah mengajar pada satuan pendidikan, baik yang diselenggarakan pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun masyarakat penyelenggara pendidikan yang sudah mempunyai perjanjian kerja atau kesepakatan kerja bersama.

7. Siapa saja yang dapat mengikuti sertifikasi guru dalam jabatan?

Jawab:
Guru dalam jabatan yang dapat disertifikasi adalah seseorang yang telah diangkat sebagai guru baik PNS maupun bukan PNS yang memenuhi persyaratan berhak mengikuti sertifikasi. 

8. Apakah sertifikasi hanya berlaku bagi guru yang mengajar di sekolah negeri?

Jawab:
Tidak, semua guru yang memenuhi persyaratan yang ditetapkan dapat mengikuti sertifikasi guru dalam jabatan.

9. Bagaimana persyaratan mengikuti Sertifikasi melalui PPG dalam Jabatan?

Jawab:
Persyaratan mengikuti Sertifikasi melalui PPG dalam Jabatan adalah sebagai berikut:
  1. Memiliki kualifikasi akademik sarjana (S-1) atau diploma empat (D-IV);
  2. Guru dalam Jabatan atau pegawai negeri sipil yang mendapatkan tugas mengajar yang sudah diangkat sampai dengan akhir tahun 2015;
  3. Memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK); dan
  4. Terdaftar pada data pokok pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

10. Apa yang dimaksud dengan guru dalam jabatan?

Jawab:
Guru dalam jabatan adalah guru yang secara resmi telah mengajar pada suatu satuan pendidikan pada saat UndangUndang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen diberlakukan.

Siapa yang menetapkan Kuota Peserta Pendidikan Profesi Guru?

Jawab:
Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2017 tentang Guru menyebutkan bahwa jumlah peserta didik program pendidikan profesi guru setiap tahun ditetapkan oleh Menteri. Berdasarkan ketentuan tersebut, maka jumlah kuota mahasiswa PPG setiap program studi dan LPTK penyelenggara ditentukan oleh Kemenristekdikti dengan mempertimbangkan
beberapa hal, di antaranya:
  1. kebutuhan guru secara nasional untuk setiap program studi,
  2. kapasitas setiap LPTK,
  3. ketersediaan anggaran pemerintah.

11. Apakah guru kejuruan yang sudah mendapatkan sertifikat profesi dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) masih harus mengikuti proses sertifikasi guru untuk mendapatkan sertifikat pendidik?

Jawab:
Guru SMK yang sudah memiliki sertifikat profesi dari LSP tetap harus mengkuti proses sertifikasi guru untuk mendapatkan sertifikat pendidik.

12. Apakah guru bukan PNS atau honorer boleh mengikuti sertifikasi guru?

Jawab:
Guru bukan PNS atau guru honor yang dapat disertifikasi adalah guru tetap yayasan (GTY) dan guru honorer yang mengajar di sekolah negeri yang memperoleh Surat Keputusan Pengangkatan sebagai guru honor dari Bupati/Walikota/Gubernur sesuai dengan kewenangannya.

13. Guru Pendidikan Agama yang bertugas di sekolah, siapa yang mensertifikasi?

Jawab:
Berdasarkan Surat Edaran Bersama antara Dirjen PMPTK dan Sekretaris Jenderal Departemen Agama Nomor SJ/DJ.I/Kp.02/ 1569/2007 dan Nomor 4823/F/SE/2007 tanggal 7 Agustus 2007, sertifikasi guru bagi guru Agama (termasuk guru Agama yang memiliki di sekolah) dan semua guru yang mengajar di Madrasah (termasuk guru bidang studi umum yang memiliki) diselenggarakan oleh Kementerian Agama dengan kuota dari Kementerian Agama dan aturan penetapan peserta mengikuti aturan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

14. Apakah guru yang tidak lulus sertifikasi guru dapat mengikuti lagi pada tahun berikutnya?

Jawab:
Ya, guru yang tidak lulus sertifikasi guru dapat mengikuti sertifikasi guru lagi pada tahun berikutnya dan harus mendaftarkan kembali melalui dinas pendidikan kabupaten / kota / provinsi sesuai dengan kewenangannya.


15. Bagaimana mekanisme rekrutmen calon peserta sertifikasi guru dalam jabatan?

Jawab:
Ketentuan rekrutmen peserta sertifikasi adalah sebagai berikut.
  1. Pemerintah mengumumkan pendaftaran penerimaan mahasiswa Program PPG dalam Jabatan secara daring (online) melalui sistem aplikasi berbasis komputer.
  2. Calon mahasiswa mendaftar secara online dengan mengisi format pada sistem aplikasi pendaftaran dan mengunggah berkas dokumen persyaratan yang ditentukan.
  3. Seleksi administrasi oleh sistem dan diverifikasi oleh panitia pendaftaran di LPMP tempat calon mendaftar, untuk: (a) memastikan calon mahasiswa adalah lulusan dari program studi terakreditasi; (b) memastikan ijazah S1 calon mahasiswa linier dengan program studi PPG yang akan diikuti; dan
  4. Calon mahasiswa yang lolos seleksi administrasi selanjutnya mengikuti seleksi akademik online yang terdiri dari Tes Potensi Akademik (TPA), Tes Kemampuan Bidang (TKB), Tes Pedagogik (TPED) dan Tes Minat, Bakat dan Kepribadian (TBMK).
  5. Mahasiswa yang dinyatakan lolos seleksi akademik dapat mengikuti registrasi online.

16. Penilik Sekolah apakah bisa diikutsertakan dalam peserta sertifikasi?

Jawab:
Penilik Sekolah tidak dapat mengikuti sertifikasi guru karena sesuai UU Guru dan Dosen peserta sertifikasi guru dalam jabatan adalah guru yang bertugas di sekolah formal, yaitu guru
kelas, guru mata pelajaran, guru bimbingan dan konseling atau konselor, dan guru yang diangkat dalam jabatan pengawas satuan pendidikan. Penilik sekolah bertugas pada pendidikan non formal, sehingga tidak memenuhi persyaratan untuk disertifikasi.

17. Apakah beban kerja minimum 24 jam tatap muka per minggu menjadi persyaratan utama dalam mengikuti sertifikasi guru?

Jawab:
Beban kerja minimum 24 jam tatap muka per minggu tidak menjadi persyaratan utama dalam mengikuti sertifikasi guru.

18. Apakah guru boleh mendapatkan sertifikat lebih dari satu?

Jawab:
Seseorang dapat memperoleh lebih dari satu sertifikat pendidik, namun hanya dengan satu nomor registrasi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

19. Berapa lama berlakunya sertifikat pendidik?

Jawab:
Sertifikat pendidik yang diperoleh guru berlaku sepanjang yang bersangkutan melaksanakan tugas sebagai guru sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Guru wajib mempertahankan profesinya dengan melalui kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB).

20. Sebelum diangkat menjadi guru PNS, seorang guru telah disertifikasi sebagai guru bukan PNS. Bagaimana sertifikat pendidik yang telah dimiliki?

Jawab:
Sertifikat pendidik yang diperoleh semasa masih menjadi guru bukan PNS akan tetap berlaku jika guru tersebut menjadi PNS dan sertifikat pendidik dapat digunakan untuk memperoleh
tunjangan profesi jika guru yang bersangkutan memenuhi persyaratan lainnya.

21. Apakah guru yang telah disertifikasi kemudian diangkat dalam jabatan pengawas sekolah perlu disertifikasi lagi?

Jawab:
Guru yang telah memiliki sertifikat pendidik kemudian diangkat dalam jabatan pengawas sekolah tidak perlu mengikuti sertifikasi lagi, begitu pula sebaliknya.

22. Seorang guru SD yang telah disertifikasi sebagai guru kelas kemudian alih tugas mengajar ke SMP sebagai guru mata pelajaran, bagaimana sertifikat pendidik dan tunjangan profesinya?

Jawab:
Tunjangan profesi diberikan kepada guru sesuai dengan sertifikat pendidiknya. Sertifikat pendidik bagi guru SD adalah guru kelas, sehingga ketika guru alih tugas sebagai guru mata
pelajaran di SMP, maka sertifikatnya tidak bisa digunakan untuk memperoleh tunjangan profesi. Guru tersebut harus mengikuti sertifikasi kembali sebagai guru mata pelajaran.

23. Guru mata pelajaran pada SMP pindah ke SMA dengan mata pelajaran yang sama bagaimana posisinya?

Jawab:
Asalkan guru tersebut memiliki surat tentang perpindahan dari Pejabat Pembina Kepegawaiannya, mengajar sesuai dengan sertifikat pendidik yang dimilikinya, maka guru tersebut tetap dapat memperoleh tunjangan profesi setelah memenuhi beban kerja, kehadiran, dan kinerjanya.

24. Bagaimana cara menetapkan bidang studi pada sertifikasi guru?

Jawab:
Mulai tahun 2015 penetapan bidang studi untuk mengikuti sertifikasi harus linier dengan kualifikasi akademik S-1/D-IV yang dimilikinya, kecuali guru yang diangkat sebelum tanggal
31 Desember 2005 dapat mengacu pada bidang studi sesuai mata pelajaran yang diampu minimal 5 (lima) tahun berturut-turut yang berakhir pada tahun 2014.

25. Bagaimana kelulusan dari Pendidikan Profesi Guru dalambJabatan?

Jawab:
Penetapan kelulusan peserta Program PPG mengacu pada pasal 21 ayat (2) Permenristekdikti Nomor 55 tahun 2017 tentang Standar Pendidikan Guru. Pasal 21 ayat (2) menyatakan bahwa penilaian terhadap proses dan hasil belajar mahasiswa meliputi:
  1. penilaian proses dan produk pengembangan perangkat pembelajaran;
  2. proses dan produk PPL;
  3. uji kompetensi; dan
  4. penilaian kehidupan bermasyarakat di asrama/sarana lain.
Selanjutnya ayat (3) menyatakan bahwa Program PPG diakhiri dengan uji kompetensi yang diselenggarakan oleh panitia nasional, dan ayat (4) menyatakan bahwa Uji kompetensi
sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dilakukan melalui uji tulis dan uji kinerja sesuai dengan standar nasional kompetensi guru. Ayat (5) menyatakan bahwa peserta yang lulus penilaian
proses dan produk pengembangan perangkat pembelajaran, proses dan produk PPL, uji kompetensi, dan penilaian kehidupan berasrama memperoleh sertifikat pendidik yang berlaku
secara nasional.

26. Bagaimana tahap-tahap penilaian peserta Program Pendidikan Profesi Guru?

Jawab:
Proses penilaian peserta Program PPG dilakukan melalui dua tahap. Tahap pertama penilaian dilakukan oleh LPTK, mencakup: 1) penilaian proses dan produk pengembangan
perangkat pembelajaran, 2) penilaian proses dan produk PPL, dan 3) penilaian kehidupan bermasyarakat di asrama/sarana lain. Tahap kedua penilaian sebagai uji kompetensi (UKMPPG), dilakukan oleh panitia nasional, mencakup: 1) Uji Tulis Nasional (UTN) dan 2) Uji Kinerja. Peserta dapat mengikuti penilaian tahap kedua setelah peserta mengikuti penilaian tahap pertama dengan predikat baik. 
Kelulusan mahasiswa Program PPG ditetapkan berdasarkan hasil penilaian tahap kedua (UKMPPG) sebagai exit exam, dan penetapan nilai batas lulus (NBL) untuk tiap bidang studi atau program keahlian PPG melalui proses standard setting dengan menggunakan metode modified Angoff. 
Penilaian mahasiswa program PPG Produktif (kejuruan), selain penilaian tahap pertama dan tahap kedua juga disertai uji kompetensi bidang keahlian yang dilakukan oleh Lembaga
Sertifikasi Profesi (LSP).

27. Apa yang dimaksud dengan kompetensi pedagogik?

Jawab:
Kompetensi pedagogik meliputi:
  • pemahaman terhadap peserta didik, dengan indikatoresensial: memahami peserta didik dengan memanfaatkan prinsip-prinsip perkembangan kognitif dan kepribadian dan mengidentifikasi bekal-ajar awal peserta didik.
  • perancangan pembelajaran, dengan indikator esensial: memahami landasan kependidikan; menerapkan teori belajar dan pembelajaran; menentukan strategi pembelajaran berdasarkan
  • karakteristik peserta didik, kompetensi yang ingin dicapai, dan materi ajar; serta menyusun rancangan pembelajaran berdasarkan strategi yang dipilih.
  • pelaksanaan pembelajaran dengan indikator esensial: menata latar (setting) pembelajaran; dan melaksanakan pembelajaran yang kondusif.
  • perancangan dan pelaksanaan evaluasi hasil belajar, dengan indikator esensial: merancang dan melaksanakan evaluasi (assesment) proses dan hasil belajar secara berkesinambungan dengan berbagai metode; menganalisis hasil evaluasi proses dan hasil belajar untuk menentukan tingkat ketuntasan belajar (mastery learning); dan memanfaatkan hasil penilaian pembelajaran untuk perbaikan kualitas program pembelajaran secara umum, pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya, dengan indikator esensial: memfasilitasi peserta didik untuk pengembangan berbagai potensi akademik; dan memfasilitasi peserta didik untuk mengembangkan berbagai potensi nonakademik.

28. Apa yang dimaksud dengan kompetensi profesional?

Jawab:
Kompetensi profesional merupakan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam, yang mencakup penguasaan materi kurikulum mata pelajaran di sekolah dan
substansi keilmuan yang menaungi materinya, serta penguasaan terhadap stuktur dan metodologi keilmuannya. 
Menguasai substansi keilmuan yang terkait dengan bidang studi memiliki indikator esensial: memahami materi ajar yang ada dalam kurikulum sekolah; memahami struktur, konsep dan metode keilmuan yang menaungi atau koheren dengan materi ajar; memahami hubungan konsep antarmata pelajaran terkait; dan menerapkan konsep-konsep keilmuan dalam kehidupan sehari-hari.
Menguasai struktur dan metode keilmuan memiliki indikator esensial menguasai langkah-langkah penelitian dan kajian kritis untuk memperdalam pengetahuan/materi bidang studi. Banyak ahli pendidikan yang memberikan koreksi seharusnya lebih cocok digunakan istilah kompetensi akademik. Kompetensi professional adalah untuk keempat kompetensi guru tersebut di atas.

29. Apa yang dimaksud dengan kompetensi sosial?

Jawab:
Kompetensi sosial merupakan kemampuan guru untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orangtua/wali peserta
didik, dan masyarakat sekitar.
Mampu berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, memiliki indikator esensial: berkomunikasi secara efektif dengan peserta didik. Mampu berkomunikasi dan
bergaul secara efektif dengan sesama pendidik dan tenaga kependidikan. Mampu berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan orang tua/wali peserta didik dan masyarakat sekitar.

30. Apa yang dimaksud dengan kompetensi kepribadian?

Jawab:
Kompetensi kepribadian merupakan kemampuan personal yang mencerminkan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik, dan
berakhlak mulia. 
Kepribadian yang mantap dan stabil memiliki indikator esensial: bertindak sesuai dengan norma hukum; bertindak sesuai dengan norma sosial; bangga sebagai guru; dan memiliki konsistensi dalam bertindak sesuai dengan norma. 
Kepribadian yang dewasa memiliki indikator esensial: menampilkan kemandirian dalam bertindak sebagai pendidik dan memiliki etos kerja sebagai guru. 
Kepribadian yang arif memiliki indikator esensial: menampilkan tindakan yang didasarkan pada kemanfaatan peserta didik, sekolah, dan masyarakat serta menunjukkan keterbukaan dalam berpikir dan bertindak. 
Kepribadian yang berwibawa memiliki indikator esensial: memiliki perilaku yang berpengaruh positif terhadap peserta didik dan memiliki perilaku yang disegani. 
Akhlak mulia dan dapat menjadi teladan memiliki indikator esensial: bertindak sesuai dengan norma religius (iman dan taqwa, jujur, ikhlas, suka menolong), dan memiliki perilaku yang diteladani peserta didik.

31. Apa yang akan dilakukan seorang guru setelah memperoleh sertifikat pendidik?

Jawab:
Guru yang telah memiliki sertifikat pendidik harus terus melakukan peningkatan kompetensinya melalui berbagai kegiatan untuk meningkatkan profesionalitasnya dengan
mengikuti kegiatan-kegiatan pengembangan keprofesian guru berkelanjutan (continous
professioal development). Hal ini harus berlangsung secara berkesinambungan, karena prinsip mendasar adalah guru harus merupakan a learning person, belajar sepanjang hayat masih dikandung badan. Sebagai guru profesional dan telah menyandang sertifikat pendidik, guru berkewajiban untuk terus mempertahankan profesionalitasnya sebagai guru. Pembinaan profesi guru secara terus menerus menggunakan wadah guru yang sudah ada, seperti kelompok kerja guru (KKG) untuk tingkat SD dan musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) untuk guru-guru SMP, SMA, dan SMK, perguruan tinggi dan di tempat lain yang merupakan wahana pemeliharaan dan peningkatan kompetensi.


Demikianlah pertanyaan dan jawaban seputar sertifikasi guru yang bisa minblog sampaikan. Semoga bermanfaat dan terima kasih.

Oktober 16, 2020

Oktober 16, 2020

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK)


Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh. Pada tulisan sebelumnya, minblog menulis tentang Pertanyaan dan Jawaban Seputar Beban Kerja Guru, Kepala Sekolah, dan Pengawas Sekolah. Kali ini minblog akan meneruskan artikel atau tulisan yang masih berkaitan dengan pertanyaan dan jawaban seputar pembinaan guru namun dengan topik berbeda yaitu seputar Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan atau yang disingkat NUPTK.

NUPTK itu sendiri merupakan Nomor Induk bagi seorang Guru atau Tenaga Kependidikan (GTK). NUPTK diberikan kepada seluruh GTK baik PNS maupun Non-PNS yang memenuhi persyaratan dan ketentuan sesuai dengan surat Direktur Jenderal GTK sebagai Nomor Identitas yang resmi untuk keperluan identifikasi dalam berbagai pelaksanaan program dan kegiatan yang berkaitan dengan pendidikan dalam rangka peningkatan mutu guru dan tenaga kependidikan. NUPTK terdiri dari 16 angka yang bersifat unik dan tetap. NUPTK yang dimiliki seorang GTK tidak akan berubah meskipun yang bersangkutan telah berpindah tempat mengajar, perubahan riwayat status kepegawaian dan atau terjadi perubahan data lainnya.


GTK dapat memiliki NUPTK dengan cara memastikan data yang bersangkutan telah di-input dengan lengkap, benar dan valid dalam aplikasi Dapodikdasmen atau dapodikpauddikmas sesuai dengan kondisi yang sebenarnya. Setelah melalui proses verifikasi dan validasi (verval) GTK oleh Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan – Kemendikbud, bagi GTK yang memang belum memiliki NUPTK akan diusulkan ke sekolah induk GTK secara sistem untuk dilengkapi dokumen-dokumen yang sesuai persyaratan untuk dikirim ke Dinas Pendidikan Kab/Kota setempat melalui sistem Aplikasi Verval GTK untuk di verifikasi, setelah lolos verifikasi oleh Disdik selanjutnya secara sistem akan diverifikasi oleh LPMP dan bila selanjutnya dinyatakan lulus verifikasi maka PDSPK akan menerbitkan NUPTK bagi GTK tersebut.

Berkaitan dengan pemaparan di atas, ada beberapa pertanyaan dan jawaban yang telah dirangkum untuk tujuan memudahkan pembaca khusunya yang bergelut di dunia pendidikan agar bisa menjadi referensi menjawab pertanyaan-pertanyaan jika ada teman-teman yang lain belum mengetahui sepenuhnya apa itu NUPTK.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK)

1. Apa yang dimaksud dengan NUPTK?

Jawab:
NUPTK kepanjangan Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan, dan NUPTK ini menjadi PTK ID bagi setiap Guru maupun Tenaga Kependidikan sebagai legalitas.

2. Siapa saja yang berhak untuk mendapatkan NUPTK?

Jawab:
NUPTK diberikan Bagi Guru/ Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang sudah melaksanakan tugas minimal 2 tahun mengajar.

3. Instansi apa yang menerbitkan NUPTK?

Jawab:
NUPTK diterbitkan oleh PDSPK (Pusat Data Statistik Pendidikan dan Kebudayaan) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

4. Satu (1) NUPTK dimiliki oleh dua (2) guru. Bagaimana hal ini diperbaiki?

Jawab:
Melakukan verval NUPTK pada Aplikasi Verval PTK PDSPK, setelah itu melakukan perbaikan data NUPTK pada SIMTUN, dan berkoordinasi juga dengan operator dapodik sekolah, dapodik kab/kota/provinsi maupun dapodik pusat.


Demikian penjelasan singkat tentang NUPTK dan beberapa pertanyaan serta jawaban mengenai Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) yang bisa minblog sampaikan. Semoga bermanfaat dan terima kasih.
Oktober 16, 2020

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Beban Kerja Guru, Kepala Sekolah, dan Pengawas Sekolah


Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh. Selamat datang di blog rizqiMaharantau, yang mana blog ini berisi tentang informasi seputar Teknologi dan Pendidikan. Pada kesempatan kali ini, minblog selaku penulis blog ini ingin membagikan sebuah tulisan yang mana sebenarnya isi dari tulisan tersebut sudah lama dipaparkan di dalam buku saku 'Tanya Jawab Seputar Pembinaan Guru' yang dibuat oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Tahun 2018. Namun minblog ingin menuliskan kembali dengan tujuan untuk mengingatkan kembali atau sebagai sarana referensi bagi guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan yang ingin mengetahui apa saja yang berkaitan dengan guru.

Pada kesempatan ini, minblog akan menyampaikan topik tentang pertanyaan dan jawaban seputar pembinaan guru yang berkaitan dengan beban kerja guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah. Terdapat 11 pertanyaan yang berkaitan dengan hal tersebut. Mari simak penjelasannya.

Tanya Jawab Seputar Beban Kerja Guru, Kepala Sekolah, dan Pengawas Sekolah

1. Apa saja beban kerja guru?

Jawab :
Beban kerja Guru mencakup kegiatan/tugas utama pokok:
  • merencanakan pembelajaran atau pembimbingan;
  • melaksanakan pembelajaran atau pembimbingan;
  • menilai hasil pembelajaran atau pembimbingan;
  • membimbing dan melatih peserta didik; dan
  • melaksanakan tugas tambahan yang melekat pada fungsi sekolah/madrasah sesuai dengan peraturan perundangundangan.

2. Apakah kegiatan pokok yang merupakan beban kerja guru harus dilaksanakan di sekolah?

Jawab:
Ya. Guru harus berada di sekolah paling sedikit 37,5 (tiga puluh tujuh koma lima) jam kerja dalam 1 (satu) minggu untuk melaksanakan tugas pokok guru.

3. Apakah yang dimaksud dengan 'melaksanakan pembelajaran'?

Jawab:
Pelaksanaan pembelajaran adalah kegiatan tatap muka di kelas yang jumlah jamnya sesuai dengan struktur kurikulum.

4. Berapa jumlah jam tatap muka yang menjadi beban kerja Guru ketika melaksanakan pembelajaran?

Jawab:
Beban kerja Guru untuk melaksanakan pembelajaran paling sedikit memenuhi 24 (dua puluh empat) jam tatap muka dan paling banyak 40 (empat puluh) jam tatap muka dalam I (satu)
minggu, yang merupakan bagian jam kerja dari jam kerja  sebagai pegawai yang secara keseluruhan paling sedikit 37,5 (tiga puluh tujuh koma lima) jam kerja dalam 1 (satu) minggu.

5. Apakah guru yang mendapat tugas tambahan dan tugas tambahan lainnya harus memenuhi Beban kerja Guru paling sedikit 24 (dua puluh empat) jam tatap muka dan paling banyak 40 (empat puluh) jam tatap muka dalam I (satu) minggu?

Jawab:
Tidak. Pemenuhan beban kerja Guru dengan tugas tambahan sebagai berikut:
  • 12 (dua belas) jam tatap muka untuk tugas tambahan wakil kepala satuan pendidikan; ketua program keahlian satuan pendidikan; kepala perpustakaan satuan pendidikan; kepala laboratorium, bengkel, atau unit produksi satuan pendidikan;
  • 6 (enam) jam tatap muka untuk pembimbing khusus pada satuan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan inklusi atau pendidikan terpadu.
Sedangkan bagi guru dengan tugas tambahan lainnya paling banyak 6 (enam) jam tatap muka untuk untuk tugas tambahan lain.

6. Apakah yang dimaksud dengan Guru yang mendapat tugas tambahan?

Jawab:
Guru yang mendapatkan tugas tambahan adalah guru yang selain mengajar, juga mendapatkan tugas-tugas sebagai berikut:
  1. wakil kepala satuan pendidikan;
  2. ketua program keahlian satuan pendidikan;
  3. kepala perpustakaan satuan pendidikan;
  4. kepala laboratorium, bengkel, atau unit produksi satuan pendidikan;
  5. pembimbing khusus pada satuan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan inklusi atau pendidikan terpadu; atau
  6. tugas tambahan selain huruf a sampai dengan huruf e yang terkait dengan pendidikan di satuan pendidikan

7. Apa yang dimaksud dengan tugas tambahan selain huruf a sampai dengan huruf e yang terkait dengan pendidikan di satuan pendidikan?

Jawab:
Tugas tambahan lain yang dimaksud antara lain adalah koordinator pengembangan keprofesian berkelanjutan/penilaian kinerja Guru, pembina ekstrakurikuler, Pembina Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), wali kelas, pengurus organisasi profesi, guru piket, koordinator bursa kerja khusus, ketua Lembaga Sertifikasi Profesi 1 (LSP1), dan tutor pada pendidikan dasar dan menengah.

8. Apakah beban kerja kepala sekolah sama dengan guru?

Jawab:
Tidak. Beban kerja kepala satuan pendidikan sepenuhnya untuk melaksanakan tugas manajerial, pengembangan kewirausahaan, dan supervisi kepada Guru dan tenaga kependidikan.

9. Apakah kepala sekolah tidak lagi melaksanakan pembelajaran tatap muka?

Jawab:
Ya. Namun dalam keadaan tertentu apabila terdapat guru yang berhalangan atau untuk mengisi kekosongan guru, kepala satuan pendidikan dapat melaksanakan tugas pembelajaran atau pembimbingan untuk memenuhi kebutuhan Guru pada satuan pendidikan.

10. Apakah beban kerja pengawas satuan pendidikan?

Jawab: 
Beban kerja pengawas satuan pendidikan melakukan tugas pengawasan, pembimbingan, dan pelatihan profesional Guru dan kepala sekolah ekuivalen dengan paling sedikit 24 (dua
puluh empat) jam pembelajaran tatap muka dalam 1 (satu) minggu.

11. Apakah kepala sekolah dan pengawas sekolah juga harus melaksanakan beban kerjanya paling sedikit 37,5 (tiga puluh tujuh koma lima) jam kerja dalam 1 (satu) minggu?

Jawab:
Ya. Kepala sekolah dan Pengawas Sekolah harus melaksanakan beban kerjanya masing-masing paling sedikit 37,5 (tiga puluh tujuh koma lima) jam kerja dalam 1 (satu) minggu.


Demikianlah beberapa pertanyaan dan jawaban Seputar Beban Kerja Guru, Kepala Sekolah, dan Pengawas Sekolah. Semoga bermanfaat dan terima kasih.

Oktober 14, 2020

Oktober 14, 2020

GTK DIKDAS: Sayembara Video Pendek Materi Pembelajaran Masa Pandemi Covid-19


Latar Belakang

Dalam rangka menyemarakkan Hari Guru Nasional Tahun 2020 yang jatuh setiap tanggal 25 November setiap tahunnya, Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan menyelenggarakan Sayembara Video Pendek Materi Pembelajaran Masa Pandemi Covid-19 untuk Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) lintas mata pelajaran.

Video pendek materi pembelajaran ini merupakan sejenis video tips dan trik setiap materi atau sub materi pada mata pelajaran dengan durasi maksimal tiga menit yang dapat disampaikan secara tuntas. Video ini harus orisinal belum pernah dipublikasikan secara online baik pada laman maupun di media sosial.

Pada masa Pandemi Covid-19 ini, guru dituntut untuk melakukan beberapa inovasi dalam pembelajaran. Kegiatan ini sangat selaras dengan situasi di masa pandemi, video-video pendek pembelajaran yang dibuat oleh guru diharapkan mampu meningkatkan literasi digital bagi guru itu sendiri.

Dasar Hukum

  1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
  2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen;
  3. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta;
  4. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik;
  5. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan;
  6. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2017 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru;
  7. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik;
  8. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 45 Tahun 2019 tentang Organisasi Tata Kerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan;
  9. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2020 tentang Layanan Informasi Publik;
  10. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 719/P/2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Kurikulum pada Satuan Pendidikan Dalam Kondisi Khusus.

Tujuan Sayembara

untuk meningkatkan literasi digital bagi guru dalam membuat video pendek pembelajaran.

Persyaratan Peserta

  1. Peserta kegiatan ini adalah Guru SD dan SMP yang masih aktif mengajar di satuan pendidikan.
  2. Peserta merupakan guru yang mengajar di satuan pendidikan naungan Kemdikbud.
  3. Peserta wajib memiliki akun Facebook.

Persyaratan Video Pendek

  1. Durasi video maksimal 3 menit.
  2. Video merupakan karya orisinil dari peserta.
  3. Video yang dinilai adalah video yang diunggah mulai tanggal 12 Oktober 2020.
  4. Video tidak melanggar hak cipta (penggunaan aset gambar, audio, animasi, menggunakan lisensi creative commons).
  5. Konten video merupakan konten individu hanya menampilkan diri peserta sendiri, bukan video kelompok.
  6. Konten video tidak mengandung unsur SARA, pornografi, kekerasan, ujaran kebencian, perundungan, dan politik.
  7. Video tidak mengandung pesan sponsor dari produk tertentu.
  8. Materi video adalah materi mata pelajaran jenjang SD dan SMP sesuai dengan Kurikulum 2013 dan jenjang pendidikan yang diajarkan.
  9. Konten video terdiri dari pembukaan (salam pembuka, menyebutkan nama dan asal sekolah), materi, dan penutup (salam penutup).
  10. Kualitas video yang diposting di Facebook minimal HD (rata-rata hasil pengambilan video dari ponsel pintar formatnya sudah HD).
  11. Orientasi video berbentuk landscape.
  12. Video materi pembelajaran belum pernah diikutsertakan dalam lomba sejenis dan atau tidak sedang diikutkan dalam lomba sejenis.

Ketentuan Teknis Sayembara

  1. Peserta menyiapkan video pendek materi pembelajaran yang akan diikutkan sayembara.
  2. Masuk/Login ke akun Facebook pribadi masing-masing.
  3. Cari/Search Grup Facebook "Sayembara Video GTK Dikdas" kemudian klik "Gabung Grup/Join Group".
  4. Tunggu persetujuan Admin Grup atas permintaan bergabung Anda (sistem akan menyetujui permintaan pada hari dan jam kerja).
  5. Setelah permintaan disetujui dan status Anda telah tergabung dalam Grup maka video pendek materi pembelajaran diposting melalui akun Facebook pribadi Anda masing-masing.
  6. Sertakan informasi nama lengkap, asal sekolah, judul video, dan Tandai/Tag @Sayembara (spasi) Video (spasi) GTK (spasi) Dikdas pada kotak deskripsi postingan.
  7. Tambahkan juga tagar #SayembaraGuruDikdas #SayembaraVideoDikdas #HariGuruNasional2020 #HGN2020 #HGN2020Dikdas #GuruDikdas #GuruBerbagi
  8. Pastikan postingan Anda bersifat Publik sebelum Anda memposting.
  9. Bagikan/Share video yang sudah Anda posting/upload ke Grup Facebook Sayembara Video GTK Dikdas (syarat agar video Anda masuk ke dalam Grup)
  10. Hanya video yang masuk ke dalam Grup Facebook Sayembara Video GTK Dikdas yang akan dinilai.
  11. Mengisi biodata pada link: http://bit.ly/sayembara_gtkdikdas
  12. Fitur Live Chat/tanya jawab online seputar sayembara ini hanya satu pintu melalui link http://m.me/110393404173013 dengan jam pelayanan sesuai hari dan jam kerja, pastikan Anda sudah login akun Facebook pribadi sebelum mengakses link tersebut.

Waktu Pelaksanaan Sayembara

Kegiatan ini akan dilaksanakan mulai tanggal 12 Oktober 2020 s.d. 20 November 2020.

Hadiah

Pemenang sayembara akan mendapatkan hadiah berupa laptop dengan kategori sebagai berikut:
  • Kategori video pembelajaran SD (tiga video terbaik masing-masing mendapatkan satu unit laptop).
  • Kategori video pembelajaran SMP (tiga video terbaik masing-masing mendapatkan satu unit laptop).
Selain mendapatkan laptop, pemenang juga akan diberikan sertifikat dan videonya akan diunggah ke laman http://guruberbagi.kemdikbud.go.id/

Demikian infromasi mengenai lomba/sayembara yang diadakan oleh Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam rangka menyemarakkan Hari Guru Nasional Tahun 2020 yang jatuh setiap tanggal 25 November nanti. Semoga bermanfaat dan terima kasih.

Unduh link di bawah ini untuk melihat informasi lengkapnya

Panduan Sayembara Video Pendek Materi Pembelajaran Masa Pandemi Covid-19.

Oktober 10, 2020

Oktober 10, 2020

Jenis dan Penjelasan Seputar Level Pembelajaran pada Asesmen Kompetensi Minimum (AKM)


Sebelumnya, minblog membahas tentang penjelasan apa itu Asesmen Kompetensi Minimum yang mana menjadi pengganti evaluasi mutu pendidikan. Dalam pembahasan tersebut kita sudah mengetahui bahwa Asesmen Kompetensi Minimum dimaksudkan untuk mengukur kompetensi secara mendalam, bukan sekedar penguasaan konten. Oleh karena itu terdapat dua kompetensi mendasar yang diukur oleh AKM yaitu literasi membaca dan literasi matematika (numerasi).

Pada masing-masing kompetensi mendasar ini memiliki level pembelajaran sesuai dengan tingkat pendidikan yang ditempuh peserta didik.

Jenis Kompentensi

1. Numerasi

Pada kompetensi ini,  peserta didik akan diukur pengetahuannya tentang Bilangan, Geometri dan Pengukuran, Aljabar, Data dan Ketidakpastian. 

2. Literasi Teks Fiksi / Informasi

Pada kompetensi ini, peserta didik diharapkan bisa Menemukan Informasi, Memahami, Mengevaluasi dan Merefleksi dari sebuah teks bacaan. Menemukan informasi di sini berarti peserta didik mampu mencari, mengakses serta menemukan informasi tersurat dari wacana. Memahami berarti bisa membedakan informasi tersirat maupun tersurat. Evaluasi dan refleksi di sini berarti peserta didik bisa menilai kredibilitas, kesesuaian maupun keterpercayaan teks serta mampu mengkaitkan isi teks dengan hal lain diluar teks (penerapan di dunia nyata).

Level Pembelajaran

Seperti yang disebutkan di atas, bahwa masing-masing komptensi memiliki level pembelajaran sesuai dengan tingkat pendidikan peserta didik. Materi yang diujikan juga sesuai dengan apa yang mereka pelajari. Level Pembelajaran yang dimaksud adalah sebagai berikut:

Numerasi Level Pembelajaran 1

Pada level ini materi yang diujikan diperoleh dari pembelajaran di kelas 1 & 2 dimana materi Numerasi berasal dari kelas 2 dan literasi dari kelas 1 dan 2. Untuk materi numerasi memiliki rincian sebagai berikut:
Materi BilanganDetail Materi
Representasi
  • Memahami bilangan cacah;
  • Memahami pecahan satuan sederhana;
  • Mengenal garis bilangan dan mengetahui posisi bilangan cacah pada garis bilangan;
Sifat Urutan
  • Membandingkan dua bilangan cacah
  • Operasi
  • Menghitung hasil penjumlahan/ pengurangan dua bilangan cacah;
  • Menentukan beberapa (maks. 5) kelipatan suatu bilangan cacah n dengan n>10
  • Materi Geometri dan PengukuranDetail Materi
    Bangun Geometri
    • Mengenal segi empat, segitiga, segi banyak, dan lingkaran.
    • Mengenal balok dan kubus.
    Pengukuran
    • Mengenal satuan baku untuk panjang (cm, m), berat (gr, kg), waktu (detik, menit, jam) dan volume (liter).
    Materi AljabarDetail Materi
    Persamaan dan Pertaksamaan
    • Menyelesaikan persamaan sederhana menggunakan operasi penjumlahan/pengurangan saja (dalam bentuk yang ramah bagi anak).
    • Mengenal balok dan kubus.
    Relasi dan Fungsi (termasuk pola Bilangan)
  • Mengenali pola gambar atau objek.

  • Numerasi Level Pembelajaran 2

    Pada level ini materi numerasi yang diujikan diperoleh dari pembelajaran di kelas 3 dan 4. Untuk materi numerasi memiliki rincian sebagai berikut:

    A. Bilangan

    1. Representasi
    • Memahami pecahan dan pecahan campuran positif dengan penyebut bilangan satu atau dua angka (misal 5/12, 2⅗).
    • Mengetahui posisi pecahan pada garis bilangan.
    2. Sifat Urutan
    • Membandingkan dua pecahan, termasuk membandingkan pecahan dan bilangan cacah.
    3. Operasi
    • Menghitung hasil penjumlahan/pengurangan/perkalian/pembagian dua bilangan cacah (maks. enam angka), termasuk menghitung kuadrat dari suatu bilangan cacah (maks. tiga angka).
    • Menentukan KPK, faktor suatu bilangan cacah, dan FPB.

    B. Geometri dan Pengukuran

    1. Bangun Geometri
    • Menghitung luas persegi panjang bila diketahui panjang dan lebarnya, dan menghitung panjang atau lebar bila diketahui luas dan salah satu sisinya.
    • Mengenal prisma dan tabung.
    2. Pengukuran
    • Mengenal dan menggunakan satuan luas (cm2, m2) dan volume (cm3, m3).

    C. Aljabar

    1. Persamaan dan Pertaksamaan
    • Menyelesaikan persamaan sederhana menggunakan operasi perkalian/pembagian saja (dalam bentuk yang ramah bagi anak).
    2. Relasi dan Fungsi (termasuk Pola Bilangan)
    • Mengenali pola bilangan sederhana dan melanjutkan pola tersebut.

    D. Data dan Ketidakpastian

    1. Data dan Representasinya
    • Memahami cara penyajian data sederhana (menggunakan turus dan diagram gambar).
    2. Ketidakpastian dan Peluang
    • Menentukan kejadian yang lebih mungkin di antara beberapa kejadian.

    Numerasi Level Pembelajaran 3

    Pada level ini materi numerasi yang diujikan diperoleh dari pembelajaran di kelas 5 dan 6. Untuk materi numerasi memiliki rincian sebagai berikut:

    A. Bilangan

    1. Representasi
    • Memahami bilangan bulat, khususnya bilangan bulat negatif.
    • Menyatakan bilangan desimal dengan dua angka di belakang koma dan persentase dalam bentuk pecahan, atau sebaliknya.
    • Mengetahui posisi bilangan desimal dengan dua angka di belakang koma pada garis bilangan serta posisi bilangan bulat termasuk billangan bulat negatif.
    2. Sifat Urutan
    • Mengurutkan beberapa bilangan yang dinyatakan dalam bentuk berbeda.
    3. Operasi
    • Menghitung hasil penjumlahan/pengurangan/perkalian/pembagian pecahan atau bilangan desimal, termasuk menghitung kuadrat dan kubik dari suatu bilangan desimal dengan satu angka di belakang komSerta Operasi pada bilangan bulat termasuk bilangan bulat negatif.

    B. Geometri dan Pengukuran

    1. Bangun Geometri
    • Menghitung luas bangun datar (mungkin komposit).
    • Mengenal limas, kerucut, dan bola.
    2. Pengukuran
    • Mengenal dan menggunakan satuan kecepatan dan debit.

    C. Aljabar

    1. Persamaan dan Pertaksamaan
    • Menyelesaikan persamaan linier 1 variabel (misal 2x + 3 = 7).
    2. Relasi dan Fungsi (termasuk Pola Bilangan)
    • Menentukan suku ke-n pada suatu pola bilangan sederhana.
    3. Rasio dan Proporsi
    • Menggunakan rasio/skala untuk menentukan nilai/bilangan yang tidak diketahui.

    D. Data dan Ketidakpastian

    1. Data dan Representasinya
    • Membaca (= memetik informasi dari) data yang disajikan dalam bentuk tabel, diagram batang, dan diagram lingkaran (termasuk pula cara pengumpulan data dan cara penyajiannya).

    Numerasi Level Pembelajaran 4

    Pada level ini materi numerasi yang diujikan diperoleh dari pembelajaran di kelas 7 dan 8. Untuk materi numerasi memiliki rincian sebagai berikut:

    A. Bilangan

    1. Representasi
    • Memahami bilangan cacah (maks. enam angka)

    B. Geometri dan Pengukuran

    1. Bangun Geometri
    • Memahami sifat-sifat bangun datar dan hubungan antara bangun datar serta serta dapat  menggunakan  Teorema Pythagoras.
    • Menghitung volume bangun ruang dan luas permukaan(balok, kubus, prisma segitiga, tabung, dan bentuk kompositnya).

    C. Aljabar

    1. Persamaan dan Pertaksamaan
    • Menyelesaikan pertaksamaan linier 1 variabel atau sistem persamaan linear 2 variabel.
    2. Relasi dan Fungsi (termasuk Pola Bilangan)
    • Memahami pola pada barisan bilangan dan konfigurasi obyek.
    • Memahami fungsi linier dan grafiknya, serta sifat-sifatnya.
    3. Rasio dan Proporsi
    • Memecahkan masalah aritmetika sosial yang terkait dengan rasio/persentase.

    D. Data dan Ketidakpastian

    1. Data dan Representasinya
    • Menentukan dan menggunakan mean, median, dan modus.
    2. Ketidakpastian dan Peluang
    • Menghitung peluang kejadian sederhana.

    Numerasi Level Pembelajaran 5

    Pada level ini materi numerasi yang diujikan diperoleh dari pembelajaran di kelas 9 dan 10. Untuk materi numerasi memiliki rincian sebagai berikut:

    A. Geometri dan Pengukuran

    1. Bangun Geometri
    • Memahami dan menggunakan perbandingan trigonometri.
    • Menghitung volume dan luas permukaan limas segi-n, kerucut, dan bola.

    B. Aljabar

    1. Persamaan dan Pertaksamaan
    • Menyelesaikan persamaan dan pertaksamaan kuadrat, sistem persamaan linear dua atau tiga variable (5 Soal)
    2. Relasi dan Fungsi (termasuk Pola Bilangan)
    • Memahami barisan Aritmetika dan geometri.
    • Memahami fungsi kuadrat dan grafiknya, serta sifat-sifatnya.

    C. Data dan Ketidakpastian

    1. Data dan Representasinya
    • Menentukan dan menggunakan ukuran penyebaran data (jangkauan, simpangan, dan variansi).
    2. Ketidakpastian dan Peluang
    • Memahami dan menggunakan sifat-sifat peluang kejadian.

    Demikian Ulasan singkat mengenai jenis dan penjelasan level pembelajaran pada Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) sebagai pengganti evaluasi untuk mengetahui mutu pembelajaran. Semoga bermanfaat dan terima kasih.

    Untuk informasi lengkapnya bisa akses situs https://pusmenjar.kemdikbud.go.id/akm

    Oktober 09, 2020

    Oktober 09, 2020

    Mengenal Lebih Dalam Tentang Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Pengganti Ujian Nasional


    Pengertian Asesmen Kompetensi Minimum (AKM)

    Mengambil dari informasi situs Pusat Asesmen dan Pembelajaran (Pusmenjar), AKM atau panjangnya adalah Asesmen Kompetensi Minimum merupakan penilaian kompetensi mendasar yang diperlukan oleh semua murid untuk mampu mengembangkan kapasitas diri dan berpartisipasi positif pada masyarakat. Terdapat dua kompetensi mendasar yang diukur AKM ini yaitu: literasi membaca dan literasi matematika (numerasi). Baik pada literasi membaca dan numerasi, kompetensi yang dinilai mencakup keterampilan berpikir logis-sistematis, keterampilan bernalar menggunakan konsep serta pengetahuan yang telah dipelajari, serta keterampilan memilah serta mengolah informasi. AKM menyajikan masalah-masalah dengan beragam konteks yang diharapkan mampu diselesaikan oleh murid menggunakan kompetensi literasi membaca dan numerasi yang dimilikinya. AKM dimaksudkan untuk mengukur kompetensi secara mendalam, tidak sekedar penguasaan konten.

    Literasi membaca diartikan sebagai kemampuan untuk memahami, menggunakan, mengevaluasi, merefleksikan berbagai jenis teks tertulis untuk mengembangkan kapasitas individu sebagai warga Indonesia dan warga dunia dan untuk dapat berkontribusi secara produktif kepada masyarakat.

    Numerasi adalah kemampuan berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari pada berbagai jenis konteks yang relevan untuk individu sebagai warga negara Indonesia dan dunia.

     

    Tujuan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM)

    Tiga komponen penting dalam pembelajaran meliputi kurikulum (apa yang diharapkan akan dicapai), pembelajaran (bagaimana mencapai) dan asesmen (apa yang sudah dicapai). Asesmen dilakukan untuk mendapatkan informasi mengetahui capaian murid terhadap 
    kompetensi yang diharapkan. Asesmen Kompetensi Minimum dirancang untuk menghasilkan informasi yang memicu perbaikan kualitas belajar-mengajar, yang pada gilirannya dapat meningkatkan hasil belajar murid.


    Pelaporan hasil AKM dirancang untuk memberikan informasi mengenai tingkat kompetensi murid. Tingkat kompetensi tersebut dapat dimanfaatkan guru berbagai mata pelajaran untuk menyusun strategi pembelajaran yang efektif dan berkualitas sesuai dengan tingkat capaian murid. Dengan demikian “Teaching at the right level” dapat diterapkan. Pembelajaran yang dirancang dengan memperhatikan tingkat capaian murid akan memudahkan murid menguasai konten atau kompetensi yang diharapkan pada suatu mata pelajaran.


    Komponen Instrumen Asesmen Kompetensi Minimum (AKM)

    Untuk memastikan AKM mengukur kompetensi yang diperlukan dalam kehidupan, juga sesuai dengan pengertian Literasi Membaca dan Numerasi yang telah disampaikan terdahulu, soal AKM diharapkan tidak hanya mengukur topik atau konten tertentu tetapi berbagai konten, berbagai konteks dan pada beberapa tingkat proses kognitif. 

    Konten pada Literasi Membaca menunjukkan jenis teks yang digunakan, dalam hal ini dibedakan dalam dua kelompok yaitu teks informasi dan teks fiksi. Pada Numerasi konten dibedakan menjadi empat kelompok, yaitu Bilangan, Pengukuran dan Geometri, Data dan
    Ketidakpastian, serta Aljabar. 

    Tingkat kognitif menunjukkan proses berpikir yang dituntut atau diperlukan untuk dapat menyelesaikan masalah atau soal. Proses kognitif pada Literasi Membaca dan Numerasi dibedakan menjadi tiga level. Pada Literasi Membaca, level tersebut adalah menemukan 
    informasi, interpretasi dan integrasi serta evaluasi dan refleksi. Pada Numerasi, ketiga level tersebut adalah pemahaman, penerapan, dan penalaran.


    Konteks menunjukkan aspek kehidupan atau situasi untuk konten yang digunakan. Konteks pada AKM dibedakan menjadi tiga, yaitu personal, sosial budaya, dan saintifik.



    Demikianlah penjelasan singkat yang saya ambil dari buku saku 'AKM dan Implikasinya pada Pembelajaran'. Silahkan unduh di bawah ini untuk file pdf nya:

    September 27, 2020

    September 27, 2020

    Beberapa Penjelasan dan Pertanyaan Seputar Bantuan Kuota Data Internet dari Kemendikbud 2020

    Dalam mendukung proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersama operator seluler di Indonesia memberikan bantuan kuota data internet kepada para pendidik dan peserta didik. Kuota data ini nantinya digunakan untuk melakukan pembejaran secara daring oleh guru/dosen dan siswa/mahasiswa. Kuota data internet itu sendiri terbagi menjadi dua jenis, yaitu Kuota Umum dan Kuota Belajar.

    Kuota Umum adalah kuota yang dapat digunakan untuk mengakses seluruh laman situs dan aplikasi, sedangkan Kuota Belajar adalah kuota yang hanya dapat digunakan untuk mengakses laman dan aplikasi pembelajaran saja.

    Berikut adalah situs-situs yang bisa diakses oleh peserta didik menggunakan Kuota Belajar mereka.

    • aksi.puspendik.kemdikbud.go.id/membacadigital
    • bersamahadapikorona.kemdikbud.go.id
    • bse.kemdikbud.go.id
    • buku.kemdikbud.go.id
    • cambridgeenglish.org
    • elearning.gurudaringmilenial.id
    • guruberbagi.kemdikbud.go.id
    • icando.co.id
    • indihomestudy.com
    • infomedia.co.id

    Untuk Aplikasi yang bisa diakses dengan Kuota Belajar adalah:

    • Aplikasi dan website Aminin
    • Aplikasi dan website Ayoblajar
    • Aplikasi dan website Bahaso
    • Aplikasi dan website Birru
    • Aplikasi dan website Cakap
    • Aplikasi dan website Duolingo
    • Aplikasi dan website Edmodo
    • Aplikasi dan website Eduka system
    • Aplikasi dan website Ganeca digital
    • Aplikasi dan website Google Classroom
    • Aplikasi dan website Kipin School 4.0
    • Aplikasi dan website Microsoft Education
    • Aplikasi dan website Quipper
    • Aplikasi dan website Ruang Guru
    • Aplikasi dan website Rumah Belajar
    • Aplikasi dan website Sekolah.Mu
    • Aplikasi dan website Udemy
    • Aplikasi dan website Zenius
    • Aplikasi Whatsapp

    Untuk Video Conferensi yang bisa diakses oleh Kuota Belajar adalah:

    • Cisco Webex
    • Google Meet
    • Microsoft Teams
    • U Meet Me
    • Zoom

    Adapun untuk besaran kuota yang didapat adalah sebagai berikut:

    Peserta Didik Jenjang PAUD

    Mendapatkan sebesar 20 GB / bulan, dengan rincian sebagai berikut:
    • 5 GB Kuota Umum
    • 15 GB Kuota Belajar
    • Durasi bantuan selama 4 bulan

    Peserta Didik Jenjang Dasar dan Menengah

    Mendapatkan sebesar 35 GB / bulan, dengan rincian sebagai berikut:
    • 5 GB Kuota Umum
    • 30 GB Kuota Belajar
    • Durasi bantuan selama 4 bulan

    Pendidik (Guru) Jenjang PAUD dan Pendidikan Dasar dan Menengah

    Mendapatkan kuota data internet sebesar 42 GB / bulan, dengan rincian sebagai berikut:
    • 5 GB Kuota Umum
    • 37 GB Kuota Belajar
    • Durasi bantuan selama 4 bulan

    Dosen dan Mahasiswa

    Mendapatkan kuota data internet sebesar 50 GB / bulan, dengan rincian sebagai berikut:
    • 5 GB Kuota Umum
    • 45 GB Kuota Belajar
    • Durasi bantuan selama 4 bulan
    Cara mendapatkannya adalah, setiap peserta didik mendaftarkan nomor ponselnya yang masih aktif (yang digunakan untuk data internet) kepada Operator Sekolah untuk dimasukkan ke database verval ponsel kemendikbud. Nantinya di situs verval ponsel kemendikbud dilakukan verifikasi oleh pihak operator selular (provider) yang kemudian akan dilanjutkan dengan pembuatan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) oleh pihak sekolah. Surat ini nantinya akan ditandatangani oleh Kepala Satuan Pendidikan tersebut dengan dibubuhi oleh materai 6000. Setelah itu Operator sekolah akan mengungggah SPTJM tersebut untuk kemudian ditindaklanjuti oleh pihak pemberi kuota data internet.

    Beberapa pertanyaan seputar kuota data internet Kemendikbud 2020

    Berikut ini merupakan kumpulan tanya jawab mengenai topik kuota data internet yang bisa dirangkum.

    1. Apakah yang dimaksud dengan bantuan kouta data internet yang diberikan oleh Kemdikbud?

    Jawab:
    Bantuan kuota data internet adalah bantuan yang diberikan Kemendikbud kepada siswa, guru, mahasiswa, dan dosen berupa kuota internet seluler dengan tujuan untuk menunjang pelaksanaan belajar dari rumah pada masa pandemi Corona Virus Diseases 2019 (COVID-19).

    Bantuan kuota data internet seluler tersebut terdiri atas:
    • Kuota Umum: Kuota yang dapat digunakan untuk mengakses seluruh laman dan aplikasi
    • Kuota Belajar: Kuota yang hanya dapat digunakan untuk mengakses laman dan aplikasi pembelajaran.

    2. Apa saja rincian bantuan kouta data internet yang diberikan oleh Kemendikbud kepada siswa, guru, mahasiswa, dan dosen?

    Jawab:
    Rincian bantuan kuota data internet dibagi menjadi empat kategori yaitu sebagai berikut:

    Peserta Didik Jenjang PAUD: 
    20 GB / bulan
    - 5 GB Kuota Umum
    - 15 GB Kuota Belajar

    Peserta Didik Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah
    35 GB / bulan
    - 5 GB Kuota Umum
    - 30 GB Kuota Belajar

    Pendidik Jenjang PAUD dan Pendidikan Dasar dan Menengah
    42 GB / bulan
    - 5 GB Kuota Umum
    - 37 GB Kuota Belajar

    Dosen dan Mahasiswa
    50 GB / bulan 
    - 5 GB Kuota Umum
    - 45 GB Kuota Belajar

    3. Siapa saja yang berhak mendapatkan bantuan kuota data internet ini ?

    Jawab:
    Bantuan kuota internet pendidikan diberikan kepada:
    1. peserta didik pada pendidikan anak usia dini (PAUD) dan jenjang pendidikan dasar dan menengah
    2. pendidik pada PAUD dan jenjang pendidikan dasar dan menengah;
    3. mahasiswa; dan
    4. dosen.

    4. Apa saja syarat yang harus dipenuhi untuk mendapatkan bantuan kuota data internet ini ?

    Jawab:
    Penerima bantuan kuota internet pendidikan harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:
    Peserta Didik pada PAUD dan Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah:
    • Terdaftar di aplikasi Dapodik; dan
    • Memiliki nomor ponsel aktif atas nama peserta didik/orang tua/anggota keluarga /wali.
    Pendidik pada PAUD dan Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah:
    • Terdaftar di aplikasi Dapodik dan berstatus aktif; dan
    • Memiliki nomor ponsel aktif.
    Mahasiswa:
    • Terdaftar di aplikasi PDDikti, berstatus aktif dalam perkuliahan atau sedang double degree;
    • Memiliki Kartu Rencana Studi pada semester berjalan; dan
    • Memiliki nomor ponsel aktif.
    Dosen:
    • Terdaftar di aplikasi PDDikti dan berstatus aktif pada tahun ajaran 2020/2021;
    • Memiliki nomor registrasi (NIDN, NIDK, atau NUP); dan
    • Memiliki nomor ponsel aktif.

    5. Di mana saya bisa mendapatkan daftar laman dan aplikasi pembelajaran yang dapat diakses menggunakan kuota belajar ?

    Jawab:
    Daftar laman dan aplikasi pembelajaran yang dapat diakses menggunakan kuota belajar dapat dilihat melalui laman https://kuota-belajar.kemdikbud.go.id/ dan akan diperbarui secara berkala.

    6. Kapan bantuan kuota data internet ini mulai dilakukan?

    Jawab:
    Penyaluran kuota data internet dilakukan selama 4 (empat) bulan dari September sampai dengan Desember 2020 dengan jadwal sebagai berikut:

    a. Bantuan kuota data internet untuk bulan pertama
    1) tahap I pada tanggal 22 sampai 24 September 2020; dan
    2) tahap II pada tanggal 28 sampai 30 September 2020.

    b. Bantuan kuota data internet untuk bulan kedua
    1) tahap I pada tanggal 22 sampai 24 Oktober 2020; dan
    2) tahap II pada tanggal 28 sampai 30 Oktober 2020.

    c. Bantuan kuota data internet untuk bulan ketiga dan keempat dikirim bersamaan.
    1) tahap I pada tanggal 22 sampai 24 November 2020; dan
    2) tahap II pada tanggal 28 sampai 30 November 2020.

    7. Berapa lamakah masa berlakunya untuk bantuan kuota data internet ini setiap bulannya ?

    Jawab:
    Bantuan kuota data internet memiliki masa berlaku sebagai berikut:
    1. Bantuan kuota data internet untuk bulan pertama dan kedua berlaku selama 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak kuota data internet diterima oleh nomor ponsel pendidik dan peserta didik; dan
    2. Bantuan kuota data internet untuk bulan ketiga dan keempat berlaku selama 75 (tujuh puluh lima) hari terhitung sejak kuota data internet diterima oleh nomor ponsel pendidik dan peserta didik.

    8. Apakah setiap siswa atau mahasiswa hanya mendapatkan bantuan sebanyak satu kali dalam satu bulan ?

    Jawab:
    Ya, setiap penerima bantuan hanya dapat menerima bantuan kuota data internet untuk 1 (satu) nomor ponsel setiap bulannya.

    9. Bagaimana jika peserta didik tidak memiliki nomor ponselnya sendiri ?

    Jawab:
    Program ini dapat disalurkan melalui nomor ponsel orangtua atau wali yang terdaftar, sehingga siswa tetap mendapatkan manfaat. Pastikan nomor ponsel orangtua atau wali terdaftar dalam program ini dengan menanyakan ke pihak sekolah.a

    10. Apakah proses entri maupun verval dapat dilakukan meskipun sudah lewat batas waktu cut off, karena kendala teknis, seperti HP rusak, HP hilang, ganti HP, hingga ganti nomor, dan jaringan yang tidak mendukung?

    Jawab:
    Proses entri dan verval tetap bisa dilanjutkan walau melewati batas cut off. Setiap bulan ada dua tahap untuk entri maupun verifikasi dan validasi datanya agar bagi yang belum masuk di tahap pertama dikarenakan kendala teknis, maka dapat diakomodir pada tahap kedua.

    Namun apabila pada kedua tahap tersebut tidak masuk ke dalam data yang diverikasi dan validasi, maka tidak akan mendapatkan kuota data internet pada bulan yang bersangkutan, tetapi masih dapat diberikan untuk kuota data internet untuk bulan berikutnya.

    * bantuan kuota data internet untuk bulan ketiga dan keempat berlaku selama 75 (tujuh puluh lima) hari terhitung sejak kuota data internet diterima oleh nomor ponsel pendidik dan peserta didik.

    Demikianlah beberapa penjelasan mengenai bantuan Kuota Data Internet, dan pertanyaan yang bisa minblo sampaikan. Untuk lebih lengkapnya tentang pertanyaan-pertanyaan seputar bantuan kuota data internet, silahkan unduh pdf di bawah ini:
    Terima kasih, Bagikan apabila ini bermanfaat.